LENTERAINFO.ONLINE|Kabupaten Bekasi — Gerakan Pramuka di Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, terus didorong untuk mengambil peran lebih besar dalam membentuk karakter generasi muda yang tangguh, mandiri, disiplin, berintegritas, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
Semangat tersebut ditegaskan Ketua Kwartir Ranting (Kwarran) Kecamatan Pebayuran, Taufik Hidayat, S.Pd.I., M.Pd., dalam pelaksanaan Jambore Ranting Kecamatan Pebayuran ke-XXIII dan ITA Jamnas XII Tahun 2026.
Mengusung slogan “Pebayuran Tumbuh, Pramuka Tangguh”, kegiatan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai agenda perkemahan atau pertemuan antaranggota Pramuka. Lebih dari itu, jambore menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan generasi muda sekaligus menanamkan nilai-nilai kepemimpinan, kebersamaan, kedisiplinan, kemandirian dan pengabdian.
Menurut Taufik, pertumbuhan sebuah wilayah harus berjalan seiring dengan pertumbuhan kualitas sumber daya manusianya. Karena itu, pembinaan generasi muda tidak boleh ditempatkan sebagai kegiatan pelengkap, melainkan bagian penting dari proses membangun masa depan Pebayuran.
“Pebayuran Tumbuh, Pramuka Tangguh.”
Bagi Taufik, slogan tersebut bukan sekadar rangkaian kata yang dipasang dalam kegiatan Jambore Ranting. Di dalamnya terdapat pesan bahwa kemajuan Pebayuran membutuhkan generasi muda yang tidak mudah menyerah, memiliki karakter kuat, mampu bekerja sama, serta siap mengambil peran di tengah masyarakat.
Pramuka, kata dia, memiliki ruang yang sangat strategis untuk mewujudkan hal tersebut. Melalui berbagai aktivitas kepramukaan, peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga ditempa melalui pengalaman langsung yang mengajarkan kedisiplinan, tanggung jawab, kepemimpinan, gotong royong, keberanian mengambil keputusan, hingga kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.
Jambore Ranting Kecamatan Pebayuran ke-XXIII pun menjadi salah satu ruang pembinaan tersebut. Para peserta diberikan kesempatan untuk mengembangkan potensi, menguji kemampuan, membangun kreativitas, sekaligus mempererat persaudaraan antaranggota Pramuka.
Taufik berharap seluruh peserta mampu menangkap makna yang lebih besar dari setiap rangkaian kegiatan. Menurutnya, keberhasilan sebuah kegiatan Pramuka bukan hanya diukur dari meriahnya acara atau banyaknya peserta yang terlibat, tetapi dari sejauh mana nilai-nilai yang diperoleh selama kegiatan mampu diterapkan setelah peserta kembali ke lingkungan masing-masing.
Nilai disiplin harus dibawa ke sekolah. Semangat gotong royong harus diterapkan di tengah masyarakat. Kemandirian harus menjadi kebiasaan. Sementara keberanian, kepemimpinan dan kepedulian harus menjadi karakter dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
Semangat tersebut juga sejalan dengan tema kegiatan, “Berkarya, Bersaudara, Berpetualang, Mengabdi.”
Empat pesan tersebut dinilai menjadi satu kesatuan penting dalam pembinaan anggota Pramuka. Berkarya berarti mendorong generasi muda untuk produktif dan kreatif. Bersaudara menanamkan semangat persatuan dan solidaritas. Berpetualang membentuk keberanian serta ketangguhan menghadapi tantangan. Sedangkan mengabdi menegaskan bahwa ilmu dan kemampuan yang dimiliki pada akhirnya harus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dalam konteks pembangunan generasi muda di Pebayuran, semangat tersebut menjadi penting. Tantangan yang dihadapi generasi muda semakin kompleks sehingga dibutuhkan pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan mental.
Karena itu, Kwarran Pebayuran didorong untuk terus memperkuat kegiatan pembinaan yang mampu memberikan ruang bagi anggota Pramuka untuk belajar, berkarya, berorganisasi, sekaligus mengembangkan jiwa kepemimpinan.
Taufik berharap Jambore Ranting ke-XXIII dan ITA Jamnas XII Tahun 2026 dapat meninggalkan pengalaman serta nilai positif bagi seluruh peserta.
Ia juga menegaskan bahwa semangat “Pebayuran Tumbuh, Pramuka Tangguh” tidak boleh berhenti ketika kegiatan jambore berakhir. Slogan tersebut diharapkan menjadi semangat bersama untuk membangun gerakan Pramuka yang semakin aktif, berkualitas dan berkelanjutan.
Sebab, ketika Pebayuran terus tumbuh, generasi mudanya juga harus dipastikan tumbuh menjadi pribadi yang tangguh.
Dari Pramuka, karakter ditempa. Dari generasi muda, masa depan Pebayuran dipertaruhkan.






