LENTERAINFO.ONLINE|SUMEDANG — Ketua Umum LSM Prabhu Indonesia Jaya, Odang Kusmana, S.Kom., S.H., bersama jajaran menghadiri rangkaian kegiatan Kirab Alit dan Jamasan Pusaka Karaton Sumedang Larang yang digelar di lingkungan Karaton Sumedang Larang, Jumat (14/8/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Jamasan Pusaka Karaton Sumedang Larang dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah. Prosesi berlangsung khidmat dengan balutan nuansa budaya yang kuat, sekaligus menjadi momentum penting untuk menjaga kesinambungan tradisi serta menghormati warisan sejarah yang telah diwariskan para leluhur.
Kirab Alit dan Jamasan Pusaka menjadi salah satu tradisi budaya Karaton Sumedang Larang yang hingga kini terus dijaga keberlangsungannya. Para peserta mengenakan busana tradisional dan mengikuti rangkaian prosesi dengan tertib, sementara masyarakat dan para tamu undangan turut menyaksikan jalannya kegiatan.
Kehadiran Ketua Umum LSM Prabhu Indonesia Jaya bersama jajaran bukan sekadar menghadiri sebuah agenda kebudayaan. Momentum tersebut juga menjadi bentuk nyata apresiasi organisasi terhadap upaya pelestarian sejarah, budaya, tradisi, serta kearifan lokal sebagai bagian tidak terpisahkan dari identitas bangsa Indonesia.
Turut hadir Dr. H. Mumuh Mauludin, selaku Ketua DPD LSM Prabhu Indonesia Jaya Kabupaten Karawang, bersama jajaran. Kehadiran jajaran DPD Karawang sekaligus memperkuat soliditas internal organisasi dan mempererat hubungan silaturahmi dengan berbagai elemen masyarakat serta komunitas budaya.
Dalam kesempatan tersebut, jajaran LSM Prabhu Indonesia Jaya juga bersilaturahmi dengan Radya Anom Lucky Jauhari, selaku Putra Mahkota Karaton Sumedang Larang sekaligus Pembina DPP LSM Prabhu Indonesia Jaya.
Pertemuan tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat komunikasi, membangun sinergi, serta menyatukan komitmen dalam mendukung pelestarian budaya dan nilai-nilai sejarah yang menjadi bagian dari perjalanan panjang masyarakat Sunda dan Nusantara.
Ketua Umum LSM Prabhu Indonesia Jaya, Odang Kusmana, menegaskan bahwa budaya daerah tidak boleh dipandang sekadar sebagai simbol masa lalu. Menurutnya, tradisi merupakan bagian dari jati diri bangsa yang harus dirawat agar tidak tergerus perubahan zaman.
“Budaya dan tradisi merupakan bagian penting dari jati diri bangsa. Kita perlu menjaga, menghormati, dan mewariskannya kepada generasi berikutnya dengan tetap mengedepankan kebersamaan dan persatuan,” ujar Odang Kusmana.
Ia menambahkan, kegiatan seperti Kirab Alit dan Jamasan Pusaka memiliki nilai yang jauh lebih luas daripada sekadar prosesi seremonial. Di dalamnya terdapat pesan sejarah, penghormatan terhadap leluhur, pendidikan kebudayaan, sekaligus ruang untuk mempererat silaturahmi antarelemen masyarakat.
Menurut Odang, generasi muda harus diberikan ruang untuk mengenal sejarah dan budaya daerah secara langsung. Sebab, kehilangan pengetahuan terhadap akar sejarah dan tradisi sendiri berpotensi membuat generasi penerus semakin jauh dari identitas budayanya.
“Pelestarian budaya bukan hanya tugas lingkungan keraton atau komunitas budaya. Ini merupakan tanggung jawab bersama. Organisasi masyarakat, pemerintah, tokoh masyarakat, generasi muda, dan seluruh elemen bangsa memiliki peran untuk menjaga warisan tersebut,” tegasnya.
Sementara itu, kehadiran Radya Anom Lucky Jauhari sebagai Putra Mahkota Karaton Sumedang Larang sekaligus Pembina DPP LSM Prabhu Indonesia Jaya menjadi bagian penting dalam memperkuat jembatan silaturahmi antara organisasi kemasyarakatan dengan lingkungan Karaton Sumedang Larang.
LSM Prabhu Indonesia Jaya menyatakan komitmennya untuk terus memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan positif yang memiliki nilai kebudayaan, sejarah, sosial, dan kearifan lokal.
Organisasi tersebut juga mendorong agar warisan budaya Nusantara tidak hanya dipertahankan dalam bentuk seremoni, tetapi juga diperkenalkan secara berkelanjutan kepada generasi muda sebagai bagian dari pendidikan karakter dan pembentukan rasa cinta terhadap bangsa.
Rangkaian Kirab Alit dan Jamasan Pusaka Karaton Sumedang Larang berlangsung tertib, khidmat, dan penuh penghormatan terhadap nilai-nilai tradisi.






