LENTERAINFO.ONLINE|Kabupaten Bekasi – Penantian panjang Nimi (71), seorang janda lanjut usia warga Kampung Gili-Gili, RT 001/RW 006, Desa Sukajadi, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, akhirnya mulai menemukan titik terang. Setelah hampir delapan bulan hidup menumpang di rumah anaknya akibat rumah yang ditempatinya roboh diterjang hujan deras disertai angin kencang, tim BAZNAS Kabupaten Bekasi akhirnya turun langsung melakukan survei ke lokasi, Jumat (10/7/2026).
Kedatangan tim BAZNAS menjadi langkah awal yang sangat dinantikan dalam proses realisasi bantuan pembangunan rumah layak huni bagi Nimi. Survei tersebut merupakan tindak lanjut atas pengajuan bantuan yang sejak awal diperjuangkan oleh Sekretaris Jenderal DPD LSM Prabhu Indonesia Jaya, Ujang HS, bersama awak media.
Sejak musibah yang merobohkan rumahnya terjadi, berbagai upaya dilakukan agar kondisi Nimi mendapat perhatian. Pengajuan bantuan yang disampaikan kepada BAZNAS Kabupaten Bekasi terus dikawal hingga akhirnya membuahkan hasil dengan dilaksanakannya survei lapangan sebagai bagian dari proses verifikasi.
Suasana haru menyelimuti kedatangan tim BAZNAS. Nimi yang selama berbulan-bulan hanya bisa berharap akhirnya melihat secercah harapan untuk kembali memiliki tempat tinggal yang layak. Wajah bahagia terpancar dari dirinya dan keluarga yang selama ini turut menanggung beban akibat musibah tersebut.
“Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Bekasi. Setelah hampir delapan bulan rumah saya roboh, akhirnya akan dibangun juga oleh BAZNAS Kabupaten Bekasi,” ujar Nimi dengan mata berkaca-kaca.
Sekretaris Jenderal DPD LSM Prabhu Indonesia Jaya, Ujang HS, mengapresiasi respons cepat BAZNAS Kabupaten Bekasi yang telah menindaklanjuti pengajuan bantuan dengan melakukan survei langsung ke lokasi.
Menurutnya, sejak awal pihaknya bersama awak media berkomitmen mengawal aspirasi masyarakat yang membutuhkan agar memperoleh hak dan perhatian dari para pemangku kepentingan.
“Kami bersyukur BAZNAS Kabupaten Bekasi telah turun langsung melakukan survei. Mudah-mudahan proses pembangunan rumah Ibu Nimi dapat segera direalisasikan sehingga beliau kembali memiliki tempat tinggal yang aman, nyaman, dan layak huni,” ujar Ujang.
Pelaksanaan survei ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara masyarakat, lembaga sosial, dan awak media dapat menghadirkan solusi nyata bagi warga yang membutuhkan. Langkah tersebut juga diharapkan menjadi awal dari percepatan proses pembangunan rumah Nimi sehingga ia tidak lagi harus hidup berpindah dan menumpang di rumah keluarga.
Kini, harapan besar kembali tumbuh bagi Nimi. Setelah hampir delapan bulan menjalani kehidupan dalam keterbatasan pasca musibah, ia berharap pembangunan rumahnya dapat segera direalisasikan sehingga dapat menikmati masa tuanya di sebuah rumah yang aman, nyaman, dan layak huni sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana dan membutuhkan uluran tangan.






