LENTERAINFO.ONLINE|Kabupaten Bekasi – Dugaan sikap arogan yang dilakukan oleh seorang oknum aparatur Pemerintah Desa Sumbersari, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, menjadi sorotan publik. Seorang warga setempat bernama Nendi mengaku mendapat perlakuan yang dinilai tidak pantas saat melintas di depan Kantor Desa Sumbersari pada Selasa (23/6/2026) sekitar pukul 12.15 WIB.
Menurut keterangan Nendi, peristiwa itu terjadi ketika dirinya mengendarai sepeda motor melintasi pertigaan yang berada tepat di depan kantor desa. Saat itu, ia mengaku tiba-tiba mendapat ucapan bernada tinggi dari seorang oknum pegawai desa berinisial ERK yang tengah bersama rekannya berinisial UC.
Tanpa adanya percakapan maupun persoalan sebelumnya, Nendi mengaku terkejut ketika oknum tersebut melontarkan kalimat, “Naon sia?” yang dalam bahasa Indonesia berarti “Apa kamu?”, dengan nada yang menurutnya terkesan merendahkan dan menantang.
“Saya kaget karena tidak merasa memiliki masalah apa pun dengan yang bersangkutan. Tiba-tiba saja berbicara dengan nada tinggi seperti itu,” ungkap Nendi kepada awak media.
Merasa keberatan atas perlakuan tersebut, Nendi berusaha mencari kejelasan terkait maksud ucapan yang disampaikan oknum aparatur desa tersebut. Namun hingga saat ini, dirinya mengaku belum memperoleh penjelasan maupun permintaan maaf dari pihak yang bersangkutan.
Sebagai bentuk keberatan atas tindakan yang dialaminya, Nendi kemudian mendatangi Polsek Pebayuran untuk menyampaikan pengaduan dan meminta adanya perhatian terhadap peristiwa tersebut. Menurutnya, sikap yang ditunjukkan oknum aparatur desa tidak mencerminkan etika pelayanan publik yang seharusnya dijunjung tinggi oleh setiap perangkat pemerintahan.
Peristiwa ini memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai profesionalitas dan etika aparatur desa dalam menjalankan tugasnya sebagai pelayan publik. Sebab, aparatur pemerintahan dituntut untuk menjaga sikap, tutur kata, serta membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat, bukan justru menampilkan perilaku yang berpotensi memicu kesalahpahaman maupun konflik sosial.
Di sisi lain, masyarakat berharap Pemerintah Desa Sumbersari dapat mengambil langkah bijak dengan melakukan klarifikasi serta menelusuri kebenaran peristiwa tersebut guna menjaga kepercayaan publik terhadap institusi pemerintahan desa.
Hingga berita ini diterbitkan, oknum pegawai Desa Sumbersari yang disebut dalam pengaduan tersebut belum memberikan klarifikasi maupun tanggapan resmi atas tudingan yang disampaikan oleh Nendi. Sementara itu, Nendi mengaku masih menunggu itikad baik serta penjelasan dari pihak yang bersangkutan terkait insiden yang dialaminya.
(Sumber: Keterangan Nendi)






