Peran Strategis Perum Jasa Tirta II dalam Pengelolaan Air Nasional: Satu Abad Walahar Mengalir, Satu Komitmen untuk Negeri

LENTERAINFO.ONLINE | Karawang — Seabad sudah aliran irigasi dari Bendungan Walahar menjadi nadi kehidupan bagi pertanian Pantura Jawa Barat. Untuk menandai tonggak sejarah tersebut sekaligus menegaskan kembali peran vital Perum Jasa Tirta II (PJT II) dalam pengelolaan air nasional, sebuah pertemuan strategis digelar di Hotel Swiss-Bellinn Karawang Barat, dihadiri jajaran direksi, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan sektor air.

Dalam forum itu ditegaskan, Bendungan Walahar bukan sekadar infrastruktur tua berusia 100 tahun, melainkan penopang utama produktivitas pangan nasional. Alirannya telah menjaga jutaan hektare lahan pertanian tetap subur serta menopang rantai pasok pangan Jawa Barat.

Direktur Utama PJT II menekankan bahwa keberhasilan Walahar bertahan satu abad bukan hanya prestasi teknis, melainkan bukti kokohnya kolaborasi antara pengelola sumber daya air, petani, dan pemerintah pusat maupun daerah. Ia menyoroti perlunya inovasi teknologi untuk menjaga ketahanan dan keberlanjutan fungsi bendungan, terutama di tengah ancaman perubahan iklim.

Dalam sesi dialog, sejumlah pembicara mengupas tantangan krusial pengelolaan air saat ini: modernisasi infrastruktur irigasi yang mulai menua, kebutuhan sistem monitoring digital yang terintegrasi, hingga urgensi adaptasi terhadap cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi. PJT II menegaskan komitmennya untuk memperkuat efisiensi distribusi air demi menjaga ketahanan pangan dan pasokan air industri.

Acara tersebut juga menjadi ajang penghargaan kepada berbagai pihak yang selama puluhan tahun turut menjaga keberlangsungan Walahar. Para peserta memberikan perspektif langsung mengenai dampak strategis irigasi terhadap pertanian, industri, dan stabilitas ekonomi daerah.

Pemerintah Kabupaten Karawang menyampaikan dukungan penuh atas langkah-langkah strategis PJT II. Sinergi lintas sektor dinilai mutlak untuk menghadapi kompleksitas persoalan air di masa depan, mulai dari pertumbuhan industri hingga kebutuhan domestik yang terus meningkat.

Kegiatan ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama untuk mewujudkan pengelolaan air yang berkelanjutan. Momentum satu abad aliran Walahar dipandang sebagai titik awal era baru—era di mana pengelolaan sumber daya air harus lebih adaptif, modern, dan berbasis data.

PJT II menyampaikan optimisme bahwa dengan kerja sama yang solid, Bendungan Walahar akan terus menjadi tulang punggung perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk puluhan tahun mendatang.

Penulis: Mets NoorEditor: Redaksi