Gerak Cepat PJT II Respon Keluhan Petani, Saluran Irigasi Kedung Gede Dibersihkan

LENTERAINFO.ONLINE|Kabupaten Bekasi — Respons cepat ditunjukkan jajaran Perum Jasa Tirta (PJT) II dalam menindaklanjuti keluhan petani terkait krisis air di wilayah Karangharja, Kecamatan Pebayuran, Rabu (06/05/2026).

Atas instruksi langsung General Manager PJT II UUW I, Udien Yulianto, Asisten Manajer (Asmen) UUW I Seksi Lemah Abang, Syamsir Siregar, tanpa menunda langsung mengerahkan seluruh elemen teknis ke lapangan. Mulai dari Supervisor Pebayuran, juru pengairan, hingga petugas PPA TPOP diterjunkan untuk melakukan pembersihan saluran irigasi SS Kedung Gede di ruas BKG 18 hingga BKG 19, tepatnya di Kampung Pulo Jaya, Desa Kertajaya.

Langkah ini menjadi krusial mengingat tersumbatnya saluran irigasi sebelumnya telah berdampak pada distribusi air ke areal persawahan seluas kurang lebih 1.004 hektare yang membentang dari Karangharja (Pebayuran) hingga Jayalaksana (Cabangbungin).

“Tidak ada waktu untuk menunggu. Kami langsung turunkan seluruh jajaran untuk memastikan aliran air kembali normal dan kebutuhan petani terpenuhi,” tegas Syamsir Siregar di lokasi kegiatan.

Aksi pembersihan yang dilakukan secara terpadu ini tidak hanya menjadi bentuk tanggap darurat, tetapi juga upaya nyata dalam menjaga keberlangsungan sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat setempat.

Di sisi lain, Sekretaris Desa Karangharja, Andi, menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga infrastruktur irigasi. Ia mengajak para petani untuk tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga aktif dalam menjaga dan merawat saluran air.

“Sinergi antara PJT II dan masyarakat adalah kunci. Tanpa kebersamaan, persoalan irigasi akan terus berulang,” ujarnya.

Kegiatan gotong royong ini pun menuai apresiasi dari para petani. Mereka menilai kehadiran langsung PJT II di lapangan sebagai bukti konkret kepedulian terhadap nasib petani yang sebelumnya sempat dihantui ancaman gagal panen akibat kekeringan.

Langkah cepat ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga pemicu perbaikan sistem pengelolaan irigasi yang lebih berkelanjutan di wilayah Pebayuran dan sekitarnya.

Penulis: Jahari Editor: Redaksi