Puluhan PJU Padam, Jalan Tanjung Baru–Gandaria Gelap Gulita: Warga Desak Pemkab Bekasi Bertindak Serius

LENTERAINFO.ONLINE|Kabupaten Bekasi — Kondisi memprihatinkan terjadi di ruas Jalan Tanjung Baru menuju Gandaria, Desa Tanjung Baru, Kecamatan Cikarang Timur. Puluhan titik lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) dilaporkan padam, menyebabkan ruas jalan gelap gulita dan membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama pada malam hari.

Minimnya penerangan di jalur tersebut bukan hanya meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, tetapi juga memicu kekhawatiran akan potensi tindak kriminal. Situasi ini dikeluhkan warga yang rutin melintas, termasuk JN, warga Kampung Gandaria, Desa Cipayung.

“Kalau malam gelap sekali, sangat rawan. Banyak lampu mati, jumlahnya bukan satu dua, tapi puluhan titik,” ungkapnya.

Sorotan juga datang dari Ketua DPD LSM Prabhu Indonesia Jaya Kabupaten Bekasi, N. Rudiansah. Ia mengaku menyaksikan langsung kondisi tersebut saat melintas pada Rabu malam (22/4/2026) sekitar pukul 20.45 WIB.

“Kondisi jalan yang gelap akibat banyaknya lampu PJU yang mati sangat membahayakan pengguna jalan. Selain rawan kecelakaan, juga berpotensi menimbulkan tindak kejahatan pada malam hari,” tegasnya.

Secara regulasi, penyediaan dan pemeliharaan PJU merupakan tanggung jawab pemerintah daerah. Hal ini merujuk pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang mewajibkan setiap jalan umum dilengkapi perlengkapan jalan guna menjamin keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna jalan.

Selain itu, Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 27 Tahun 2018 tentang Alat Penerangan Jalan mengatur secara teknis bahwa PJU harus memenuhi standar pencahayaan serta keandalan operasional. Bahkan, dalam SNI 7391:2008 ditegaskan pentingnya intensitas cahaya, keseragaman penerangan, hingga jarak antar tiang lampu untuk menjamin visibilitas optimal.

Namun, fakta di lapangan menunjukkan kondisi sebaliknya. Warga menilai pemeliharaan dan pengawasan PJU di wilayah tersebut belum berjalan optimal. Perbaikan yang pernah dilakukan pun dinilai hanya bersifat sementara dan tidak menyentuh akar persoalan.

Menanggapi hal itu, N. Rudiansah mendesak Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui dinas terkait agar segera melakukan langkah konkret dan menyeluruh.

“Kami meminta perbaikan dilakukan secara serius dan berkesinambungan, bukan sekadar tambal sulam. Harus ada sistem pengawasan rutin agar lampu tidak kembali padam,” tegasnya.

Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan melakukan perbaikan total sesuai standar teknis yang berlaku, demi menjamin keselamatan dan rasa aman masyarakat, khususnya bagi pengguna jalan pada malam hari.

Penulis: Jahari Editor: Redaksi