LENTERAINFO.ONLINE | Bekasi – Banjir kembali melanda wilayah Kabupaten Bekasi setelah Sungai Citarum dan Sungai Cibeet meluap akibat tingginya curah hujan. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (24/01/2026) dan mengakibatkan dua desa terdampak dengan ketinggian air mencapai 2 hingga 3 sentimeter.
Dua desa yang terdampak paling parah yakni Desa Labansari, Kecamatan Cikarang Timur, dan Desa Bojongsari, Kecamatan Kedungwaringin. Berdasarkan data sementara dari pemerintah setempat, banjir di Desa Labansari merendam hampir seluruh wilayah desa dan berdampak pada sekitar 1.900 kepala keluarga (KK). Sementara itu, di Desa Bojongsari, banjir diperkirakan berdampak pada hampir 1.000 KK.
Genangan air merendam rumah warga, fasilitas umum, serta akses jalan antarpermukiman. Kondisi tersebut membuat aktivitas warga terganggu, bahkan sebagian wilayah hanya dapat dijangkau menggunakan perahu. Hingga Sabtu siang, banjir dilaporkan belum menunjukkan tanda-tanda surut.
Sejumlah pihak turun langsung ke lokasi untuk melakukan pemantauan dan membantu warga terdampak. Mereka terdiri dari Kepala Desa Labansari, Sekretaris Kecamatan Cikarang Timur, relawan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), personel TNI dari Satuan Batalyon TP 843, serta jajaran Kodim 0509 Kabupaten Bekasi.
Sekretaris Kecamatan Cikarang Timur, Aris Sadikin, mengatakan pihak kecamatan terus melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi warga terdampak. Selain itu, aparat gabungan disiagakan untuk melakukan evakuasi apabila kondisi banjir semakin memburuk.
“Kami akan terus memantau warga terdampak banjir, siaga mengevakuasi, menambah bantuan kesehatan, serta mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan warga,” ujar Aris.
Ia juga mengimbau masyarakat agar segera mengungsi ke tempat yang lebih aman apabila ketinggian air bertambah, mengingat masih terdapat warga yang memilih bertahan di rumah masing-masing meski banjir belum surut.






