AKPERSI Goes To School di Larantuka: Bekali Siswa Lawan Hoaks dan Pahami Jurnalistik

LENTERAINFO.ONLINE | Flores Timur, NTT — Asosiasi Keluarga Pers Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun literasi publik melalui program “AKPERSI Goes To School” yang digelar di SMA Negeri 1 Larantuka, Senin (4/3/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan World Press Freedom Day, dengan fokus utama membekali generasi muda terhadap pemahaman jurnalistik serta penguatan literasi digital di tengah maraknya disinformasi.

Program ini diinisiasi oleh DPD AKPERSI Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama DPC AKPERSI Flores Timur, sebagai langkah strategis menanamkan kesadaran kritis kepada pelajar terhadap arus informasi yang kian masif dan tidak selalu dapat dipercaya.

Ketua DPD AKPERSI NTT, Djuwenchayanna Diaz, C.BJ., menegaskan bahwa kebebasan pers merupakan pilar penting dalam sistem demokrasi.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kebebasan tersebut harus dijalankan secara bertanggung jawab.

“Pers yang bebas memiliki fungsi kontrol terhadap kekuasaan. Tapi di sisi lain, ada tanggung jawab moral untuk menyampaikan kebenaran. Di sinilah peran generasi muda menjadi penting: cek fakta, lawan hoaks, dan dukung jurnalisme berkualitas,” tegasnya.

Ia juga menyoroti tantangan nyata yang dihadapi dunia pers saat ini, mulai dari kriminalisasi terhadap jurnalis hingga ancaman keamanan digital yang semakin kompleks. Menurutnya, literasi digital menjadi benteng utama dalam menghadapi banjir informasi yang menyesatkan.

Sementara itu, Sekretaris DPD AKPERSI NTT, Yurgo Purab, memberikan materi teknis terkait dasar-dasar jurnalistik, termasuk penggunaan pola piramida terbalik dan teknik penyusunan lead berita yang efektif.

“Kami ingin siswa tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu berperan sebagai jurnalis warga yang memahami standar kerja pers,” ujarnya.

Tak hanya itu, Yurgo juga mengingatkan bahaya jejak digital serta berbagai bentuk kejahatan siber seperti phishing, malware, hingga social engineering.

Ia menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap pesan mencurigakan, terutama yang mengatasnamakan institusi resmi dan meminta data pribadi.

Dari pihak sekolah, apresiasi tinggi disampaikan oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 1 Larantuka, Silvester Witin, S.Fil.

Ia menilai program ini memberikan nilai tambah signifikan bagi siswa, khususnya yang memiliki minat di bidang literasi dan jurnalistik.

“Kehadiran praktisi pers memberikan perspektif baru bagi siswa. Kami berharap kerja sama ini dapat berlanjut dan berkembang menjadi kolaborasi strategis ke depan,” ungkapnya.

Kegiatan berlangsung interaktif dan ditutup dengan sesi tanya jawab yang penuh antusiasme. Para siswa aktif menggali informasi, khususnya terkait risiko yang dihadapi jurnalis serta cara menjaga integritas dalam menyampaikan informasi di era media sosial.

Program ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara dunia pendidikan dan insan pers dapat menjadi kunci dalam menciptakan masyarakat yang cerdas, kritis, dan tahan terhadap hoaks.

Penulis: Subur/JhonEditor: Redaksi