LENTERAINFO.ONLINE|Bekasi–Karawang, Rabu (18/03/2026) – Di tengah hiruk-pikuk lalu lintas dan derasnya mobilitas warga menjelang berbuka puasa, sekelompok relawan berdiri tegak di perbatasan Bekasi–Karawang. Mereka bukan sekadar membagikan makanan mereka sedang menyebarkan pesan kuat tentang kepedulian.
Sebanyak 350 paket takjil dibagikan secara gratis dalam aksi sosial kolaboratif antara Forum Pers Pebayuran Bersatu dan Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat Pebayuran, Rabu sore (18/3/2026). Sasaran mereka jelas: para pengguna jalan yang masih berjibaku dengan waktu di detik-detik menjelang adzan magrib.
Tanpa seremoni berlebihan, para relawan langsung bergerak. Di atas jembatan penghubung dua wilayah itu, mereka menyapa satu per satu pengendara dari ojek, sopir angkutan, hingga keluarga yang masih dalam perjalanan. Senyum tulus dan ucapan “terima kasih” menjadi balasan paling sederhana, namun penuh makna.
Ketua IPSM Pebayuran, Jailul Komar atau yang akrab disapa Bang Komeng, menegaskan bahwa aksi ini adalah bentuk kehadiran nyata di tengah masyarakat bukan sekadar simbolis.
“Kami tidak ingin hanya bicara soal kepedulian. Kami ingin hadir langsung di lapangan, menyentuh masyarakat yang benar-benar membutuhkan, terutama mereka yang belum sempat sampai rumah saat waktu berbuka,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya membangun solidaritas lintas elemen di tengah kondisi sosial yang kerap diwarnai kesenjangan.
“Kolaborasi ini adalah bukti bahwa ketika elemen masyarakat bersatu, sekecil apa pun aksi yang dilakukan bisa memberi dampak besar. Ini bukan soal jumlah takjil, tapi soal nilai kebersamaan yang harus terus dijaga,” lanjutnya.
Aksi yang berlangsung tertib dan kondusif ini sekaligus menjadi potret bahwa semangat gotong royong belum pudar. Di tengah berbagai persoalan sosial yang kompleks, masih ada kelompok-kelompok yang memilih turun langsung, bekerja nyata, tanpa banyak retorika.
350 paket takjil mungkin terlihat sederhana. Namun di tangan FP2B dan IPSM Pebayuran, angka itu berubah menjadi simbolbahwa kepedulian tidak harus menunggu besar untuk bisa berarti.
Di perbatasan Bekasi–Karawang sore itu, yang dibagikan bukan hanya makanan untuk berbuka. Lebih dari itu, ada pesan kuat yang disampaikan: solidaritas masih hidup, dan kepedulian masih punya tempat di tengah masyarakat.






