Tak Rela Warganya Tinggal di Rumah Nyaris Roboh, Kades Sumber Urip Turun Langsung Angkat Material Bedah Rumah Kang Kosim

LENTERAINFO.ONLINE|Kabupaten Bekasi – Di saat sebagian orang masih sibuk membicarakan program bantuan bagi masyarakat kurang mampu, Pemerintah Desa Sumber Urip memilih bergerak dengan tindakan nyata. Kepedulian itu terlihat ketika Kepala Desa Sumber Urip, H. Jajang S., bersama Kepala Dusun 03, Mahfud, turun langsung membantu membangun kembali rumah milik Kosim (55), warga Kampung Babakan Banten RT 06/03 yang selama bertahun-tahun hidup dalam kondisi memprihatinkan.

Perbaikan rumah dimulai pada Jumat (12/6/2026) melalui sistem swadaya dan gotong royong yang melibatkan perangkat desa, para kepala dusun, tokoh masyarakat, hingga warga sekitar. Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan masih hidup dan menjadi kekuatan utama dalam membantu warga yang sedang mengalami kesulitan.

Rumah yang ditempati Kang Kosim bersama istri dan dua anaknya yang masih kecil itu sebelumnya jauh dari kata layak huni. Bangunan berukuran sekitar 3 x 4 meter tersebut berdiri dalam kondisi memprihatinkan. Dinding berbahan GRC sudah banyak berlubang dan lapuk dimakan usia, sementara sebagian rangka bangunan mulai rapuh.

Kondisi atap pun tak kalah memprihatinkan. Banyak genteng yang pecah dan bergeser sehingga setiap kali hujan turun, air masuk ke hampir seluruh ruangan rumah. Lantai yang lembap, dinding yang rusak, dan ancaman bangunan roboh sewaktu-waktu menjadi pemandangan yang harus dihadapi keluarga kecil itu setiap hari.

Keterbatasan ekonomi membuat Kang Kosim tidak mampu melakukan perbaikan secara mandiri. Penghasilannya yang tidak menentu hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari keluarga.

Melihat kondisi tersebut, Kepala Dusun 03 Mahfud segera melaporkan kepada Kepala Desa Sumber Urip. Tanpa menunggu lama, H. Jajang S. langsung turun ke lokasi untuk memastikan kondisi sebenarnya.

“Begitu mendapat laporan dari Pak Kadus Mahfud, saya langsung mengecek ke lokasi. Setelah melihat sendiri, saya menilai kondisinya sudah sangat darurat. Rumah ini tidak hanya tidak layak huni, tetapi juga membahayakan keselamatan penghuninya. Kalau tidak segera diperbaiki, sewaktu-waktu bisa terjadi hal yang tidak kita inginkan,” ujar H. Jajang S.

Keputusan untuk melakukan pembangunan pun diambil saat itu juga. Tanpa menunggu bantuan dari pihak lain, Pemerintah Desa Sumber Urip menggerakkan semangat gotong royong dengan mengajak perangkat desa, tokoh masyarakat, dan warga untuk bersama-sama membantu keluarga Kang Kosim.

Sejak pagi hari, puluhan warga terlihat bergotong royong membongkar bagian bangunan yang sudah rusak. Material lama yang tidak layak digunakan dibersihkan, kemudian diganti dengan konstruksi yang lebih kokoh dan aman.

Dinding rumah yang sebelumnya menggunakan GRC diganti dengan bata ringan. Lantai rumah diperbaiki dan diplester agar lebih nyaman ditempati. Sementara bagian atap dibangun ulang dan ditata lebih rapi untuk menghindari kebocoran saat musim hujan.

Yang menarik, Kepala Desa H. Jajang S. tidak hanya memberikan dukungan dalam bentuk material maupun koordinasi pembangunan. Ia juga turun langsung ke lapangan bersama perangkat desa lainnya, ikut mengangkat material, membantu pekerjaan pembangunan, dan memastikan proses pengerjaan berjalan lancar.

Pemandangan tersebut mendapat apresiasi dari warga yang melihat langsung keterlibatan kepala desa dalam membantu masyarakatnya.

“Kita ingin pekerjaan ini cepat selesai. Target kami dalam waktu satu minggu rumah ini sudah bisa ditempati dengan layak. Ini bukan sekadar pembangunan rumah, tetapi bagaimana kita menghadirkan rasa aman dan harapan baru bagi keluarga yang membutuhkan,” katanya.

Di lokasi yang sama, Kepala Dusun 03 Mahfud mengaku tergerak untuk segera bertindak karena tidak tega melihat kondisi warganya.

“Saya merasa terpanggil. Sebagai kepala dusun, saya tidak ingin ada warga yang hidup dalam ketakutan karena rumahnya hampir roboh. Ketika saya laporkan ke Pak Kades, Alhamdulillah langsung mendapat respons cepat. Warga juga luar biasa, semuanya kompak membantu tanpa diminta dua kali,” ujarnya.

Di tengah kesibukan pembangunan, suasana haru tak bisa disembunyikan dari wajah Kang Kosim. Dengan mata berkaca-kaca, ia menyaksikan rumah yang selama ini menjadi saksi perjuangan keluarganya dibongkar untuk dibangun kembali menjadi tempat tinggal yang lebih layak.

Pria yang sehari-hari bekerja serabutan itu mengaku sempat pasrah dengan kondisi rumahnya karena tidak memiliki kemampuan ekonomi untuk memperbaikinya.

“Saya benar-benar tidak menyangka akan mendapat bantuan seperti ini. Saya hanya bisa mengucapkan terima kasih kepada Pak Kades, Pak Kadus, perangkat desa, dan seluruh warga yang sudah membantu keluarga kami. Selama ini saya pasrah tinggal di rumah yang bocor dan hampir roboh. Hari ini saya merasa punya harapan baru,” ucapnya sambil menahan haru.

Apresiasi juga disampaikan Kepala Dusun 01, Jaidi Umar Rosidi. Menurutnya, apa yang dilakukan Kepala Desa dan Kadus 03 merupakan bentuk kepedulian sosial yang patut dicontoh.

“Saya terharu melihat kepedulian yang ditunjukkan Pak Kades dan Pak Kadus 03. Ini murni karena rasa kemanusiaan dan tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat. Tidak ada urusan politik di dalamnya. Ketika ada warga yang membutuhkan bantuan, sudah menjadi kewajiban kami untuk hadir dan membantu,” tegas Jaidi.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan setiap musibah maupun kondisi darurat yang terjadi di lingkungan masing-masing kepada RT, RW, atau kepala dusun setempat agar dapat segera ditindaklanjuti.

Sementara itu, H. Jajang S. menegaskan bahwa Pemerintah Desa Sumber Urip akan terus melakukan pendataan terhadap warga miskin ekstrem serta rumah-rumah yang masuk kategori tidak layak huni.

Menurutnya, pemerintah desa harus hadir bukan hanya sebagai penyelenggara administrasi pemerintahan, tetapi juga menjadi solusi atas persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.

“Tidak boleh ada warga Desa Sumber Urip yang hidup dalam rasa takut karena rumahnya hampir roboh. Kami akan terus berupaya mendata dan membantu warga yang membutuhkan. Karena sejatinya pemerintah hadir untuk melayani, melindungi, dan membantu masyarakat,” tegasnya.

Aksi gotong royong yang dilakukan Pemerintah Desa Sumber Urip ini menjadi bukti bahwa kepedulian sosial masih menjadi kekuatan utama di tengah masyarakat. Dari sebuah rumah kecil yang nyaris roboh, lahir semangat kebersamaan yang mampu menghadirkan harapan baru bagi sebuah keluarga yang selama ini hidup dalam keterbatasan.

Lebih dari sekadar membangun rumah, kegiatan tersebut menjadi simbol bahwa ketika pemerintah dan masyarakat bersatu, tidak ada persoalan yang terlalu berat untuk diselesaikan bersama.

Penulis: Jahari Editor: Subur Djhon