LENTERAINFO.ONLINE | Karawang — Ratusan massa dari berbagai elemen masyarakat Karawang menggelar aksi damai menolak tempat hiburan malam (THM), Jumat (19/9/2025). Aksi yang dimulai dari Masjid Al-Jihad hingga ke eks Gedung Karawang Teater (KT) ini menjadi simbol penolakan terhadap rencana alih fungsi bangunan bersejarah menjadi diskotik dan pub.
Massa membawa spanduk, poster, serta menyuarakan orasi yang menolak tegas keberadaan THM. Mereka menyebut, THM bertentangan dengan norma agama, sosial, dan budaya masyarakat Karawang. Gedung KT disebut-sebut akan dialihfungsikan menjadi tempat hiburan sejenis Holywings, memicu kemarahan publik.
“Jangan biarkan Karawang jadi sarang maksiat. Kasus HIV meningkat, ini akibat dari pembiaran THM. Kami menolak keras dan mendesak Pemda untuk tidak memberi izin baru ataupun memperpanjang izin lama,” tegas Koordinator Lapangan Ustadz Muhammad Robi Niay dalam orasinya.
Surat aspirasi diserahkan langsung ke Satpol PP Kabupaten Karawang berisi dua tuntutan utama: tolak pembangunan THM baru dan cabut izin tempat hiburan malam yang sudah ada.
Warga BBC: “Jangan Cuma Isu, THM yang Sudah Ada Itu yang Mengganggu!”
Di tengah memanasnya isu Holywings, warga Babakan Cianjur (BBC) justru melayangkan kritik pedas terhadap pemerintah daerah yang dinilai lalai menangani THM yang sudah lama beroperasi.
“Holywings itu masih rencana. Tapi Tipsy, Venus, itu tiap malam musiknya mengganggu sampai jam 2-3 pagi. Kenapa dibiarkan?” ujar Nisen, warga BBC, dengan nada geram.
Warga mempertanyakan alasan pembiaran terhadap THM yang telah lama beroperasi tanpa tindakan tegas. Mereka mengancam akan turun aksi jika gangguan terus berlanjut.
“Kalau aparat tak bertindak, kami yang akan geruduk. Kesabaran kami ada batasnya,” tambah Nisen.
Aksi yang berjalan tertib ini memperlihatkan dua sisi kegelisahan masyarakat: penolakan terhadap rencana THM baru dan ketidakpuasan terhadap pembiaran THM lama.
Masyarakat mendesak Pemkab Karawang untuk bersikap adil, tegas, dan transparan dalam menyikapi persoalan hiburan malam.
“Jangan cuma sibuk pada isu yang viral. THM yang nyata-nyata mengganggu harus dibasmi dulu. Kalau tidak, wibawa Pemda dipertanyakan,” pungkas salah satu tokoh masyarakat.
Pemkab Karawang kini berada di bawah sorotan tajam publik. Tindakan nyata dan ketegasan sangat dinantikan — bukan hanya wacana dan janji.






