Polisi Sikat Habis 16 Remaja Tawuran Brutal di Cikarang Timur, Korban Luka dan Motor Dirusak

LENTERAINFO.ONLINE | Kabupaten Bekasi — Aksi kekerasan jalanan kembali mencoreng wajah Kabupaten Bekasi. Polres Metro Bekasi melalui Polsek Cikarang Timur berhasil mengamankan 16 remaja pelaku tawuran brutal yang terjadi di Jalan Raya Rengasbandung, Desa Tanjungbaru, Cikarang Timur, pada Minggu (7/9/2025) sekitar pukul 04.00 WIB.

Kejadian ini nyaris merenggut nyawa seorang warga, Muhammad Yuda (23), yang menjadi korban penganiayaan dan perusakan kendaraan tanpa sebab oleh sekelompok remaja bersenjata tajam. Korban tengah melintas menggunakan sepeda motor Honda PCX ketika tiba-tiba diserang oleh para pelaku yang sedang mencari lawan untuk tawuran.

“Korban tidak bersalah. Ia hanya melintas, tapi justru menjadi sasaran kekerasan brutal. Motornya dirusak, dan nyawanya nyaris melayang,” ujar Iptu Arnanda Hadi Pranata, Kanit Reskrim Polsek Cikarang Timur.

Aksi biadab ini sempat terekam kamera dan viral di media sosial, memicu kemarahan publik dan desakan penindakan tegas dari aparat.

Tertangkap 16 Pelaku, Termasuk Anak di Bawah Umur.

Dari hasil penyelidikan cepat, polisi meringkus 16 remaja pelaku, terdiri dari 6 orang dewasa dan 10 Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH). Barang bukti yang diamankan termasuk tiga sepeda motor, dua celurit, minuman keras, dan senjata rakitan (corli).

Para pelaku dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang tindak kekerasan bersama terhadap orang atau barang, dengan ancaman hukuman hingga 12 tahun penjara.

Kapolres Metro Bekasi: Tidak Ada Ruang untuk Kekerasan Jalanan

Menanggapi kejadian ini, Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Mustofa SIK MH, menegaskan bahwa pihaknya akan bertindak tanpa kompromi terhadap pelaku kekerasan jalanan.

“Kami tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi pelaku tawuran dan kejahatan jalanan. Orang tua harus mengawasi anak-anaknya. Ini bukan sekadar kenakalan, ini tindak pidana,” tegasnya.

Pihak kepolisian kini terus mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan kelompok lain, serta mencegah aksi serupa terulang di wilayah Kabupaten Bekasi.

Penulis: Adam SaputraEditor: Redaksi