Pemilik Rumah Bantah Klaim Ketua APDESI Jabar, Ungkap Dugaan Intimidasi dan Pamer Senjata Api Saat Penggerebekan Dini Hari

LENTERAINFO.ONLINE|Kabupaten Bekasi – Pernyataan Ketua DPD APDESI Jawa Barat, Sukarya WK, yang mengklaim hanya mendampingi aparat kepolisian dalam proses penangkapan tersangka dugaan penggelapan mobil, mendapat bantahan dari pemilik rumah yang menjadi lokasi kejadian, Layla Rizky (LR).

LR mengungkapkan kronologi peristiwa yang dialaminya saat kediamannya di Kampung Pintu, Desa Bantarjaya, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, didatangi sekelompok orang pada Jumat (30/5/2026) sekitar pukul 01.57 WIB.

Menurut LR, rombongan tersebut masuk ke area rumah dengan cara memanjat genteng dan melompati pagar sebelum meminta gerbang dibuka.

“Saat kami cek, sudah ada orang di atas balok dan di area garasi. Ketika ditegur, mereka mengaku dari kepolisian dan memaksa pintu gerbang dibuka,” ujar LR saat memberikan keterangan kepada awak media, Senin (1/6/2026).

Karena merasa terancam dengan kedatangan sejumlah orang pada tengah malam, LR tidak langsung membuka gerbang. Ia meminta penjelasan mengenai identitas dan tujuan kedatangan rombongan tersebut.

Dalam situasi itu, muncul seorang pria yang memperkenalkan diri sebagai Sukarya WK, Ketua DPD APDESI Jawa Barat.

LR mengaku sempat meminta untuk memeriksa surat tugas guna memastikan legalitas kegiatan tersebut. Namun, menurutnya, permintaan itu tidak direspons secara terbuka.

“Karena penglihatan saya minus, saya minta izin memegang surat itu agar bisa dibaca dengan jelas. Tapi mereka menolak. Bahkan salah satu anggota rombongan yang diduga anak Lurah WK berkata, ‘Lu cuma minus kan, bukan buta’,” ungkap LR.

LR mengatakan dirinya baru membuka gerbang setelah Ketua DPD AKPERSI Jawa Barat, Ahmad Syarifudin, tiba di lokasi untuk memberikan pendampingan.

Setelah memasuki rumah, LR menyebut Sukarya WK melakukan serangkaian pertanyaan terkait identitas dirinya dan keberadaan kakak tirinya yang bernama Ncex.

Bahkan, menurut pengakuan LR, Sukarya WK sempat menyatakan memiliki dua pucuk senjata api dan menunjukkan salah satunya di hadapan orang-orang yang berada di lokasi.

“Tanpa aba-aba, Lurah WK menyatakan memiliki dua pucuk pistol. Ia bahkan sempat menunjukkan salah satu senjata api itu di depan umum dan menegaskan harus bertemu Ncex,” kata LR.

Dalam proses pencarian yang berlangsung, LR mengaku Sukarya WK turut masuk ke dalam rumah dan terus mendesak aparat kepolisian untuk mencari keberadaan Ncex.

“Ia bahkan melarang polisi pulang sebelum Ncex ditemukan,” lanjutnya.

Untuk memastikan tidak ada orang yang bersembunyi, LR mengaku membuka seluruh ruangan di rumah bagian belakang dan menunjukkan bahwa bangunan tersebut tidak memiliki akses keluar.

“Saya buka semua ruangan di rumah belakang dan menunjukkan bahwa tidak ada pintu keluar. Bagian atas juga dipasang tralis sehingga tidak mungkin ada orang yang keluar lewat belakang,” tuturnya.

Ketegangan disebut semakin meningkat setelah proses penggeledahan selesai. Saat LR berusaha memberikan penjelasan kepada petugas, seorang perempuan yang disebut sebagai anak Sukarya WK diduga memotong pembicaraan dengan nada tinggi.

Menurut LR, situasi kemudian memanas hingga terjadi dugaan tindakan perusakan terhadap kendaraan dan properti miliknya.

Sebelum meninggalkan lokasi, perempuan tersebut juga diduga melontarkan pernyataan bernada tantangan.

“Lapor sana ke polisi, gue nggak takut, polisi punya gue, biar duit bapak gue yang kerja,” ujar LR menirukan ucapan yang didengarnya.

Atas peristiwa tersebut, LR mengaku telah melaporkan dugaan intimidasi dan perusakan properti ke Polsek Pebayuran serta Polres Metro Bekasi untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak Sukarya WK maupun pihak lain yang disebut dalam pemberitaan ini masih memiliki hak jawab dan hak klarifikasi guna menjaga prinsip keberimbangan informasi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Penulis: Jahari Editor: Redaksi