LENTERAINFO.ONLINE | Kabupaten Bekasi – Desa Sumber Urip resmi menggelar pembukaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-40 dengan sebuah pesan kuat: persatuan dan gotong royong adalah fondasi utama kemajuan desa. Bertempat di Lapangan Desa, pembukaan berlangsung semarak dan menyedot antusiasme warga dari berbagai kalangan, Selasa (16/9/25).
Kegiatan dimulai dengan penghormatan nasional melalui lagu kebangsaan Indonesia Raya. Gema lagu sakral tersebut menggugah semangat kebangsaan warga dan mengukuhkan momen pembuka sebagai simbol kesadaran kolektif akan pentingnya persatuan dalam membangun desa.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Sumber Urip, H. Jajang Sujai, menekankan makna peringatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi sebagai pengingat perjalanan panjang desa selama empat dekade.
“Empat puluh tahun bukan waktu singkat. Ini hasil dari perjuangan kolektif, dari para pendiri hingga generasi hari ini. Jangan sia-siakan warisan ini. Mari kita jaga semangat gotong royong dan jadikan HUT ini momentum membangun masa depan desa yang lebih baik,” tegas Jajang Sujai di hadapan ratusan warga.
Sebagai pembuka rangkaian acara, digelar turnamen sepak bola ibu-ibu yang langsung memantik perhatian warga. Laga ini bukan sekadar hiburan—tetapi juga simbol nyata peran aktif perempuan dalam kehidupan sosial desa. Riuh tepuk tangan dan sorak penonton mencerminkan dukungan penuh terhadap keterlibatan semua lapisan masyarakat dalam pembangunan desa.
Tokoh masyarakat yang hadir menilai inisiatif panitia sebagai langkah progresif dalam merangkul semua elemen desa. Mereka mengapresiasi keberanian menghadirkan agenda yang menyentuh aspek sosial, budaya, dan pemberdayaan perempuan secara langsung.
Perayaan HUT ke-40 ini dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari, dengan rangkaian kegiatan sosial, olahraga, dan seni budaya. Tujuannya jelas: memperkuat ikatan warga, menumbuhkan semangat kolektif, dan membuka lembaran baru pembangunan desa yang inklusif dan berkelanjutan.
Desa Sumber Urip hari ini bukan lagi sekadar tempat tinggal, tapi menjadi simbol perlawanan terhadap stagnasi dan bukti bahwa kemajuan bisa dicapai jika warga bersatu dan bergerak bersama.






