Pasanggiri FORKAB Bekasi 2026 Jadi Ajang Seleksi Atlet Terbaik, 140 Pesilat Berebut Tiket FORPROV Jabar

LENTERAINFO.ONLINE|Kabupaten Bekasi – Komitmen dalam melestarikan sekaligus mengembangkan seni budaya pencak silat terus ditunjukkan DPD PPSI Kabupaten Bekasi. Hal itu dibuktikan melalui penyelenggaraan Pasanggiri Seni Ibing Pencak Silat FORKAB Bekasi 2026 yang berlangsung meriah di Gedung PGRI Kabupaten Bekasi, Jalan Berlian Timur Metland Tambun, Kecamatan Tambun Selatan, Minggu (31/05/2026).

Ajang bergengsi tersebut menjadi magnet bagi para pegiat pencak silat dari berbagai wilayah di Kabupaten Bekasi. Sebanyak 140 peserta dari 14 perguruan pencak silat turut ambil bagian untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam seni ibing pencak silat sekaligus memperebutkan kesempatan menjadi wakil Kabupaten Bekasi pada FORPROV Jawa Barat 2026.

Sejak pagi hari, suasana lokasi kegiatan dipadati para peserta, pelatih, official, hingga keluarga dan pendukung perguruan yang hadir memberikan semangat kepada para pesilat yang tampil di arena pertandingan. Antusiasme yang tinggi menjadi bukti bahwa seni pencak silat masih memiliki tempat istimewa di tengah masyarakat.

Empat belas perguruan yang mengikuti pasanggiri tersebut antara lain Domas Pusat, Domas Janur Saraesa, Dangiang Domas Putra Cibatu, Muara Condet Putra Domas, Padepokan Ranji Sari, Saung Leluhur Sunda, Tapak Suci Unit Pondok Pesantren Qothrun Nada, Jaya Saputra Mustika Banten, Padepokan Persilatan Bersih, Paguron Panca Rasa, Sinar Pusaka Putra, Sinar Pusaka Pagar Banten, Pancaggera, dan PS Kombinasi Tunggal Putra.

Dalam kompetisi ini, panitia mempertandingkan berbagai kategori mulai dari Tunggal Usia Dini Putra-Putri, Tunggal Anak Putra-Putri, Tunggal Remaja Putra-Putri, Rampak Anak Putra-Putri, Rampak Remaja Putra-Putri, Ijen Anak Putra-Putri, hingga Ijen Remaja Putra-Putri.

Melalui kategori tersebut, para peserta dituntut menampilkan kemampuan terbaiknya, mulai dari penguasaan jurus, ketepatan teknik, kekompakan gerakan, ketangkasan, hingga unsur seni dan penghayatan yang menjadi ciri khas seni ibing pencak silat tradisional.

Ketua DPD PPSI Kabupaten Bekasi, Abah Tapak, menegaskan bahwa Pasanggiri FORKAB Bekasi 2026 bukan sekadar kompetisi, melainkan bagian dari upaya pembinaan berkelanjutan untuk melahirkan generasi penerus pencak silat yang berkualitas.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menjaring atlet-atlet terbaik yang akan dipersiapkan membawa nama Kabupaten Bekasi di tingkat Provinsi Jawa Barat.

“Pasanggiri FORKAB Bekasi 2026 ini menjadi ajang penjaringan pegiat seni ibing pencak silat terbaik Kabupaten Bekasi. Kami ingin melihat kemampuan para peserta secara langsung sekaligus menyeleksi pegiat yang nantinya akan memperkuat kontingen Kabupaten Bekasi pada FORPROV Jawa Barat 2026 yang akan digelar di Kabupaten Bogor pada bulan November mendatang,” ujar Abah Tapak.

Ia menambahkan bahwa pencak silat tidak hanya mengajarkan kemampuan bela diri semata, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter seperti disiplin, rasa hormat, tanggung jawab, persaudaraan, serta kecintaan terhadap budaya bangsa.

Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga datang dari Ketua PPSI DPW Jawa Barat, H. Dadang Hermansyah, yang mengapresiasi keseriusan DPD PPSI Kabupaten Bekasi dalam melakukan pembinaan kepada generasi muda.

Menurutnya, tingginya jumlah peserta menjadi indikator bahwa seni pencak silat masih tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat serta memiliki peluang besar untuk melahirkan prestasi di tingkat yang lebih tinggi.

“Kami melihat antusiasme peserta sangat luar biasa. Ini menunjukkan bahwa pencak silat masih menjadi kebanggaan masyarakat. Melalui kegiatan ini, PPSI dapat menemukan pegiat-pegiat terbaik yang siap bersaing di tingkat provinsi dan membawa nama baik daerahnya masing-masing,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua KORMI Kabupaten Bekasi, Ratu Arisdiana, menilai Pasanggiri Seni Ibing Pencak Silat FORKAB Bekasi memiliki peran strategis dalam menjaga eksistensi budaya sekaligus mempererat hubungan antarperguruan pencak silat.

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga menjadi wadah silaturahmi dan penguatan persaudaraan di antara para pegiat pencak silat yang memiliki tujuan sama, yakni menjaga warisan budaya leluhur agar tetap lestari.

Ratu Arisdiana berharap seluruh peserta dapat menjadikan kompetisi tersebut sebagai sarana meningkatkan kemampuan, menambah pengalaman bertanding, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan sportivitas.

Sepanjang pelaksanaan kegiatan, dewan juri melakukan penilaian secara profesional dengan mengacu pada berbagai aspek, mulai dari teknik gerakan, ketepatan jurus, penghayatan, kekompakan, hingga nilai seni yang ditampilkan setiap peserta.

Melalui Pasanggiri Seni Ibing Pencak Silat FORKAB Bekasi 2026, DPD PPSI Kabupaten Bekasi kembali menegaskan komitmennya dalam membina dan melestarikan seni ibing pencak silat sebagai warisan budaya bangsa. Kegiatan ini juga menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan kontingen terbaik Kabupaten Bekasi untuk menghadapi FORPROV Jawa Barat 2026 di Kabupaten Bogor.

Dengan semangat persatuan, sportivitas, dan kecintaan terhadap budaya Nusantara, para pesilat muda Kabupaten Bekasi kini bersiap menatap panggung yang lebih tinggi demi mengharumkan nama daerah di tingkat Provinsi Jawa Barat.

Penulis: Jahari Editor: Subur Djhon