LENTERAINFO.ONLINE | Bekasi – Sejumlah elemen masyarakat di wilayah Kedungwaringin mendesak Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk segera menertibkan jam operasional truk bermuatan besar (dump truck) yang melintasi jalan raya di wilayah Kedungwaringin-Pebayuran.
Pasalnya, aktivitas truk-truk tersebut yang berlangsung pada siang hari dinilai sangat mengganggu mobilitas dan membahayakan warga.
Ridwan Masyarakat yang tergabung dalam Jaringan Pemuda Desa Nusantara (JPDN) menyampaikan keluhan ini langsung kepada Plt. Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja. Mereka menilai kehadiran truk-truk besar di jam sibuk menjadi ancaman bagi keselamatan pengguna jalan lainnya, terutama anak sekolah dan karyawan.
“Operasional dump truck selalu dijalankan pada siang hari. Ini sangat mengganggu kegiatan masyarakat, mulai dari anak sekolah hingga karyawan yang akan berangkat atau pulang bekerja,” ujar perwakilan warga dalam keterangannya.
JPDN mendesak Plt. Bupati Bekasi untuk segera mengambil langkah konkret guna menjaga kondusivitas wilayah. Mereka meminta agar Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bekasi tidak tinggal diam melihat situasi ini.
“Kami meminta kepada Plt. Bupati Bekasi agar segera menurunkan tim Unit Reaksi Cepat (URC) dari Dinas Perhubungan untuk melakukan investigasi langsung di lapangan. Harus ada upaya yang baik untuk mengatur regulasi jam operasional ini demi keselamatan warga,” tegas Ridwan JPDN.
Kondisi jalanan di Kedungwaringin dan Pebayuran yang padat di siang hari membuat risiko kecelakaan meningkat saat bersinggungan dengan kendaraan bertonase besar.
Warga berharap pemerintah daerah segera memberlakukan pembatasan jam operasional agar truk hanya diperbolehkan melintas pada malam hari atau di luar jam sibuk masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu respon cepat dari Pemkab Bekasi terkait pengawasan di titik-titik rawan tersebut agar aktivitas harian mereka tidak lagi terganggu oleh hiruk-pikuk truk besar.
