LENTERAINFO.ONLINE | Kabupaten Bekasi – Seorang pria berinisial W alias A (59) ditangkap Polres Metro Bekasi setelah terbukti menipu warga dengan menyamar sebagai anggota Polri berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP). Dalam aksinya, tersangka meraup keuntungan hingga puluhan juta rupiah dan satu unit motor, Senin (15/9/25).
Kapolres Metro Bekasi, AKBP Mustofa S.I.K., M.H., dalam konferensi pers Senin (15/9), menyatakan bahwa pelaku menjalankan aksinya dengan mengaku sebagai polisi yang bisa “membantu” mengurus perkara hukum hingga menjanjikan kelulusan CPNS. Setelah korban menyerahkan uang dan barang, tersangka menghilang tanpa jejak.
“Modusnya klasik tapi mematikan. Pelaku mengenakan seragam dinas untuk meyakinkan korban. Setelah uang diterima, ia lenyap begitu saja,” tegas Kapolres.
Korban Terjebak Janji Palsu, Kerugian Capai Puluhan Juta:
Laporan polisi yang masuk sejak Juli 2024 hingga pertengahan September 2025 menunjukkan korban tersebar di Tambun Selatan, Tambun Utara, hingga Sukatani. Total kerugian mencapai Rp86 juta, termasuk satu unit sepeda motor Honda Vario 150.
Salah satu korban, Kasianto, mengaku motornya dibawa kabur pelaku yang berdalih akan membantu mencari kendaraan milik karyawannya yang hilang. Sementara korban lain, Uun, menyerahkan uang Rp20 juta agar anaknya dibebaskan dari tahanan.
“Pelaku memakai seragam dinas. Kami tidak pernah curiga, karena cara bicaranya pun seperti benar-benar polisi,” ungkap Uun.
Belakangan terungkap, tersangka bukan anggota Polri sama sekali.
Polisi Minta Korban Lain Segera Melapor:
Kapolres menegaskan bahwa pelaku dijerat Pasal 378 dan 372 KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan, dengan ancaman hukuman penjara hingga 4 tahun.
“Kami mengimbau masyarakat yang merasa dirugikan oleh pelaku untuk segera melapor. Proses hukum akan terus berjalan dan kami pastikan kasus ini diusut tuntas,” tutup Kapolres Mustofa.
Tersangka kini ditahan di Mapolres Metro Bekasi dan masih menjalani pemeriksaan intensif. Polisi juga tengah menelusuri kemungkinan adanya jaringan atau korban lain yang belum terdata.






