LENTERAINFO.ONLINE|Kabupaten Indramayu — Setelah sempat mandek selama kurang lebih tujuh bulan, kasus kematian tragis Ainun Almunawar yang diduga dikejar oleh sebelas siswa hingga berujung kecelakaan fatal, kini memasuki babak baru.
Sebuah pertemuan antara keluarga korban dan keluarga para terduga pelaku pengejaran digelar pada Selasa (21/4/2026), yang difasilitasi oleh Polres Indramayu. Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Kasat Lantas, penyidik unit Laka Lantas, perwakilan orang tua para pelaku, serta Lurah Desa Nunuk. Dari pihak korban, hadir Ibnu, kakak kandung almarhum.
Dalam forum tersebut, pihak keluarga pelaku secara terbuka menyampaikan permohonan maaf sekaligus meminta agar laporan polisi dicabut. Tidak hanya itu, mereka juga menawarkan sejumlah uang sebagai bentuk “penyelesaian”.
“Pertemuan itu dijembatani langsung oleh Polres Indramayu. Pihak keluarga pelaku meminta maaf dan memohon agar laporan dicabut, bahkan menawarkan sejumlah uang,” ungkap Ibnu.
Namun, permintaan tersebut langsung ditolak tegas oleh keluarga korban. Ibu kandung almarhum, Tarilah, menyatakan sikap yang tidak bisa ditawar.
“Saya tidak butuh uang. Saya minta keadilan untuk anak saya,” tegas Tarilah dengan nada penuh emosi.
Ia menilai, kematian anaknya bukan sekadar kecelakaan lalu lintas biasa, melainkan didahului oleh tindakan pengejaran dan dugaan penyenggolan yang berujung fatal.
“Ainun meninggal karena dikejar dan disenggol. Saya minta polisi melanjutkan kasus ini sampai tuntas, bukan malah mempertemukan kami dengan pihak yang menyebabkan kematian anak saya, lalu menawari uang,” lanjutnya.
Sikap tersebut diperkuat oleh Ibnu yang hadir mewakili keluarga. Ia menegaskan bahwa keluarga korban sepakat menolak segala bentuk “damai” di luar proses hukum.
Keluarga korban juga secara terbuka mendesak Polres Indramayu, khususnya jajaran Satlantas dan penyidik, untuk segera menuntaskan perkara ini secara profesional dan transparan.
“Ini bukan kecelakaan biasa. Ada unsur pengejaran dan penyenggolan. Jangan coba-coba menutupi kasus ini dengan uang damai. Kami minta hukum ditegakkan seadil-adilnya. Jangan tajam ke bawah, tumpul ke atas,” tegas pihak keluarga.
Sebagai bentuk keseriusan, keluarga korban menyatakan akan membawa persoalan ini ke tingkat yang lebih tinggi, termasuk melaporkannya ke Mabes Polri dan Divisi Propam Polri, mengingat lamanya penanganan kasus yang dinilai tidak menunjukkan perkembangan signifikan.
Kasus ini kini menjadi sorotan publik dan diharapkan menjadi ujian bagi komitmen aparat penegak hukum dalam menegakkan keadilan tanpa kompromi.
