Jaga Irigasi dan Ketahanan Pangan, Muspika Pebayuran Turun Langsung Perbaiki Tanggul BKG 16

LENTERAINFO.ONLINE|Kabupaten Bekasi – Kerusakan tanggul irigasi di BKG 16, Kampung Tambun, RT 04/RW 01, Kelurahan Kertasari, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, yang jebol akibat derasnya aliran air beberapa waktu lalu, mendapat respons cepat dari berbagai unsur. Muspika Kecamatan Pebayuran bersama TNI–Polri, Perum Jasa Tirta (PJT) II, serta masyarakat dan para petani menggelar gotong royong massal guna mempercepat proses perbaikan, Sabtu (7/2/2026).

Tanggul irigasi tersebut merupakan jalur vital yang menopang kebutuhan air pertanian di sejumlah wilayah Kecamatan Pebayuran. Jebolnya tanggul sempat menimbulkan kekhawatiran para petani karena berpotensi mengganggu aliran irigasi dan mengancam keberlangsungan masa tanam.

Kegiatan gotong royong massal ini dipimpin langsung oleh Camat Pebayuran Hasyim Adnan, S.STP., M.Si., dan diikuti Lurah Kertasari Putre Adi Wibowo, jajaran Koramil 11 Pebayuran, personel Polsek Pebayuran, Satpol PP Kecamatan Pebayuran, pihak PJT II, Asisten Seksi Lemah Abang, serta masyarakat dan para petani. Meski hujan mengguyur lokasi kegiatan, semangat kebersamaan tetap terlihat kuat di antara seluruh peserta.

Camat Pebayuran Hasyim Adnan, S.STP., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan gotong royong tersebut merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab bersama dalam menjaga infrastruktur irigasi yang menjadi penopang utama sektor pertanian di wilayah Pebayuran.

Menurutnya, percepatan penanganan tanggul jebol sangat penting agar aliran air irigasi dapat segera kembali normal dan lahan pertanian masyarakat terhindar dari risiko gagal panen.

“Alhamdulillah, meskipun kondisi cuaca kurang bersahabat, semangat kebersamaan tetap terjaga. Kita bersama-sama bahu-membahu membantu pihak PJT II membenahi tanggul irigasi di BKG 16 yang jebol. Harapannya, perbaikan ini segera rampung sehingga kebutuhan air pertanian masyarakat dapat kembali terpenuhi,” ujar Hasyim.

Sementara itu, Lurah Kertasari Putre Adi Wibowo menegaskan bahwa tanggul irigasi di BKG 16 memiliki peran strategis bagi warga Kelurahan Kertasari, khususnya para petani yang menggantungkan hidupnya dari sektor pertanian.

Ia mengapresiasi keterlibatan seluruh unsur yang turun langsung ke lapangan dan berharap ke depan terdapat langkah antisipatif agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Tanggul ini sangat vital bagi petani kami. Jika aliran irigasi terganggu, dampaknya langsung dirasakan masyarakat. Kami mengucapkan terima kasih kepada Muspika, TNI–Polri, PJT II, serta seluruh warga yang terlibat dalam perbaikan ini,” ungkap Putre.

Dari unsur keamanan, Kapolsek Pebayuran AKP Iing Suhaery, S.H., M.H., menyatakan bahwa keterlibatan personel Polsek Pebayuran merupakan bentuk dukungan nyata kepada masyarakat yang terdampak langsung akibat jebolnya tanggul irigasi.

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya turut memastikan kegiatan gotong royong berjalan aman dan tertib, mengingat kondisi lokasi yang licin akibat hujan.

Di lokasi yang sama, Danramil 11 Pebayuran Kapten Arm Dikin menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjaga infrastruktur irigasi sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan.

Menurutnya, irigasi yang berfungsi dengan baik akan sangat berpengaruh terhadap hasil pertanian dan kesejahteraan petani di wilayah Kecamatan Pebayuran.

Antusiasme masyarakat dan para petani terlihat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Meski bekerja di tengah hujan dan kondisi tanah yang becek, hal tersebut tidak menyurutkan semangat gotong royong demi mempercepat proses perbaikan tanggul irigasi.

Kegiatan gotong royong massal ini menjadi bukti nyata kuatnya sinergi antara Muspika Kecamatan Pebayuran, TNI–Polri, pemerintah kelurahan, PJT II, serta masyarakat dalam menjaga keberlangsungan sektor pertanian dan ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Pebayuran.

Penulis: Jahari Editor: Subur Djhon