LENTERAINFO.ONLINE|Kabupaten Bekasi – Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026 tidak boleh sekadar menjadi seremoni tahunan tanpa makna. Di tengah derasnya arus digital, maraknya hoaks, propaganda, dan informasi yang menyesatkan publik, insan pers dituntut tampil sebagai benteng moral bangsa sekaligus penjaga akal sehat masyarakat.
Ketua DPD Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) Jawa Barat, Ahmad Syarifudin, C.BJ., C.EJ., menegaskan bahwa semangat Kebangkitan Nasional hari ini harus dimaknai sebagai keberanian seluruh elemen bangsa, khususnya media, dalam menjaga kebenaran, demokrasi, dan persatuan nasional.
Menurutnya, pers tidak boleh tunduk pada kepentingan kelompok, kekuasaan, maupun tekanan ekonomi yang berpotensi membungkam fungsi kontrol sosial.
“Pers bukan corong kekuasaan dan bukan alat propaganda. Pers adalah benteng moral bangsa yang wajib berdiri di garis terdepan dalam menyampaikan kebenaran, melawan hoaks, dan menjaga kesadaran publik,” tegas Ahmad Syarifudin, Selasa (20/5/2026).
Ia menyebut, ancaman terbesar bangsa saat ini bukan hanya persoalan ekonomi atau politik, tetapi juga rusaknya ruang informasi akibat maraknya berita manipulatif, fitnah digital, serta konten provokatif yang memecah persatuan masyarakat.
Karena itu, menurutnya, insan pers harus tetap menjaga independensi, profesionalisme, serta menjunjung tinggi kode etik jurnalistik agar media tidak kehilangan kepercayaan publik.
“Ketika media kehilangan idealisme, maka masyarakat kehilangan arah. Pers harus hadir sebagai penjernih informasi, bukan justru ikut memperkeruh keadaan demi kepentingan tertentu,” ujarnya.
Ketua DPD AKPERSI Jabar itu juga menyoroti pentingnya membangun media yang berintegritas di tengah kompetisi digital yang semakin keras. Ia menilai, kebebasan pers harus dibarengi dengan tanggung jawab moral dan keberpihakan terhadap kepentingan rakyat.
Menurutnya, media yang sehat akan melahirkan masyarakat yang kritis, cerdas, dan tidak mudah diadu domba oleh informasi palsu yang berpotensi merusak persatuan bangsa.
“Semangat Kebangkitan Nasional harus menjadi momentum membangkitkan kembali marwah pers Indonesia. Pers harus berani bersuara untuk kepentingan rakyat, menjadi pengawas sosial, serta tetap berdiri tegak menjaga persatuan dan keutuhan bangsa,” tambahnya.
Dalam momentum Harkitnas 2026 ini, AKPERSI Jabar juga mengajak seluruh insan pers di Indonesia untuk kembali memperkuat solidaritas profesi, menjaga independensi media, dan tidak membiarkan ruang publik dikuasai informasi yang menyesatkan.
“Bangsa ini tidak akan kuat jika ruang informasinya dipenuhi kebohongan. Karena itu, pers harus menjadi cahaya di tengah gelapnya disinformasi dan tetap menjadi penggerak kebangkitan bangsa menuju Indonesia yang maju, berdaulat, dan bermartabat,” pungkasnya.






