LENTERAINFO.ONLINE|Kabupaten Bekasi — Upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat akses teknologi pendidikan diwujudkan melalui penyaluran 190 unit becak listrik kepada para pembecak di Kabupaten Bekasi. Dalam kegiatan yang sama, sebanyak 200 tablet pintar juga disalurkan kepada 20 sekolah, disertai bantuan 190 paket sembako bagi para penerima becak listrik.
Program tersebut menjadi bentuk kolaborasi berbagai pihak untuk menghadirkan bantuan yang manfaatnya diharapkan dapat dirasakan langsung masyarakat, khususnya kelompok pekerja informal dan dunia pendidikan.
Sebanyak 20 sekolah menerima manfaat program tablet pintar. Masing-masing sekolah mendapatkan 10 unit tablet, sehingga total terdapat 200 perangkat yang disalurkan untuk menunjang proses pembelajaran serta meningkatkan pemanfaatan teknologi digital di lingkungan sekolah.
Sementara itu, 190 pembecak mendapatkan becak listrik yang diharapkan mampu membantu aktivitas mereka dalam mencari nafkah. Penggunaan kendaraan bertenaga listrik tersebut diharapkan dapat meringankan beban kerja para pembecak sekaligus mendukung produktivitas dan penghasilan keluarga.
Tak berhenti pada bantuan sarana usaha, BAZNAS Kabupaten Bekasi turut menyalurkan 190 paket sembako kepada para penerima manfaat. Bantuan tersebut menjadi pelengkap program agar kebutuhan dasar penerima juga mendapat perhatian.
Kegiatan penyerahan bantuan turut dihadiri Plt Bupati Bekasi, pimpinan DPRD Kabupaten Bekasi, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, serta jajaran Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN).
Dari DPRD Kabupaten Bekasi, hadir Helmi, S.E. selaku Ketua Fraksi Gerindra, Teten Kamaludin selaku Sekretaris Fraksi Gerindra, serta Ridwan Arifin selaku Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi.
Turut hadir Drs. H. Endin Samsudin, M.Si., Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, bersama unsur Forkopimda yang terdiri dari Ketua DPRD Kabupaten Bekasi atau yang mewakili, Kapolres Metro Bekasi atau yang mewakili, Dandim 0509 Kabupaten Bekasi atau yang mewakili, serta Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi atau yang mewakili.
Dari Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional, hadir Ghrawiraharto Wicaksono, Sekretaris Yayasan GSN II, beserta jajaran. Hadir pula Ana Setyawati, Ketua Koordinator Becak Listrik Indonesia sekaligus Ketua YGSN Jawa Timur; Dimas Ramdhana Prasetya, Koordinator Wilayah dan Daerah Becak Listrik Indonesia sekaligus Koordinator YGSN Jawa Timur; serta Hendriyono, Manager Kerja Sama Masyarakat YGSN.
Sementara dari BAZNAS Kabupaten Bekasi hadir H. Aminullah, S.E., Ketua BAZNAS Kabupaten Bekasi. Turut hadir Andi Suhadhi, S.Sos., M.M., Plt Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi, perwakilan BPJS Kesehatan Cabang Cikarang, pimpinan Bank BJB, serta sejumlah unsur terkait lainnya.
Dorong Ekonomi Rakyat dan Literasi Digital
Penyaluran becak listrik tidak sekadar dipandang sebagai pemberian kendaraan, tetapi diharapkan menjadi sarana penguatan mata pencaharian bagi para pembecak. Dengan dukungan teknologi listrik, para penerima diharapkan dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan beban kerja yang lebih ringan dan produktivitas yang lebih baik.
Bagi keluarga penerima manfaat, becak listrik diharapkan dapat menjadi aset produktif yang membantu menopang kebutuhan ekonomi sehari-hari.
Di sektor pendidikan, 200 tablet pintar yang diberikan kepada 20 sekolah diarahkan untuk mendukung guru dan peserta didik dalam proses pembelajaran berbasis teknologi.
Kehadiran perangkat digital tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai fasilitas tambahan, tetapi benar-benar dimanfaatkan untuk memperluas akses pembelajaran, meningkatkan keterampilan digital, serta mempersiapkan pelajar menghadapi perkembangan teknologi.
Sinergi pemerintah daerah, DPRD, Forkopimda, Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional, BAZNAS, serta berbagai pihak lainnya menunjukkan bahwa program sosial dapat diarahkan tidak hanya pada bantuan sesaat, tetapi juga pada penguatan ekonomi masyarakat dan peningkatan kualitas pendidikan.
Dengan 190 becak listrik untuk pembecak, 190 paket sembako, serta 200 tablet pintar untuk sekolah, program tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat nyata sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Bekasi untuk tumbuh lebih mandiri.






