Atap Beterbangan ke Sawah, Rumah Warga Sumberurip Pebayuran Hancur Diterjang Puting Beliung

LENTERAINFO.ONLINE | Bekasi — Bencana angin puting beliung menerjang sebuah rumah warga di Kampung Babakan Banten, Desa Sumberurip, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, pada Jumat (27/02/2026). Akibat kejadian tersebut, sekitar 50 persen bangunan rumah mengalami kerusakan berat, sementara atap rumah beterbangan hingga berhamburan ke area persawahan.

Rumah milik Ade Suherman yang berada di pinggir sawah nyaris ambruk setelah diterjang angin kencang yang datang secara tiba-tiba. Padahal, sebelum kejadian, kondisi cuaca dilaporkan cerah tanpa tanda-tanda hujan ataupun badai.

Menurut keterangan korban, peristiwa terjadi sangat cepat saat dirinya tengah berada di dalam rumah bersama anaknya.

“Awalnya atap dapur dulu yang beterbangan, lalu tidak lama kemudian atap seluruh rumah terangkat dan terlempar ke sawah. Anginnya datang dari arah belakang, sangat kencang dan tiba-tiba,” ujar Ade Suherman.

Ia mengaku sempat panik karena saat kejadian hanya berada berdua dengan anaknya di dalam rumah. Tidak ada warga lain di sekitar lokasi saat angin menerjang.

“Saya panik karena cuma berdua dengan anak. Takut rumah roboh. Untuk sementara kemungkinan numpang dulu di rumah orang tua sekitar dua hari sampai rumah selesai diperbaiki,” tambahnya.

Kerusakan yang ditimbulkan cukup signifikan. Selain atap yang hilang seluruhnya, sebagian struktur bangunan juga mengalami kerusakan akibat terjangan angin. Diperkirakan hampir setengah bangunan terdampak langsung.

Korban berharap adanya bantuan dari pemerintah desa, baik berupa logistik maupun material bangunan agar rumah tersebut dapat segera diperbaiki dan kembali layak huni.

Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Desa Sumberurip, Jajang Sujai, membenarkan adanya peristiwa angin puting beliung yang merusak rumah warganya.

“Saya bersama jajaran pemerintah desa langsung bergerak cepat ke lokasi untuk memastikan kejadian tersebut. Setelah kami cek, benar rumah warga terkena angin puting beliung,” tegasnya.

Pihak desa, lanjutnya, berkomitmen untuk segera melakukan perbaikan bersama jajaran perangkat desa dan warga sekitar.

“Kami akan bergerak cepat hari ini juga untuk memperbaiki rumah tersebut. Kami upayakan sampai selesai, bahkan jika perlu sampai malam, agar rumah itu bisa segera ditempati kembali. Kami juga menyiapkan bantuan logistik,” jelas Jajang.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun kejadian tersebut menjadi peringatan bagi warga agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu, meskipun kondisi langit terlihat cerah.

Pemerintah desa memastikan proses perbaikan akan dilakukan secepat mungkin demi menjamin keselamatan dan kenyamanan korban.

Penulis: Adam SaputraEditor: Redaksi