LENTERAINFO.ONLINE | Bekasi – Banjir yang kembali melanda Kabupaten Bekasi membawa dampak besar bagi kehidupan warga, khususnya di Desa Labansari, Kecamatan Cikarang Timur, dan Desa Bojongsari, Kecamatan Kedungwaringin. Luapan Sungai Citarum dan Sungai Cibeet membuat permukiman warga terendam air setinggi 2 hingga 3 sentimeter sejak beberapa hari terakhir.
Salah satu warga Desa Labansari, Martini, mengungkapkan banjir awal tahun 2026 ini merupakan yang terparah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, air terus meningkat dan telah merendam rumahnya selama tiga hari berturut-turut.
“Banjir tahun ini paling parah, airnya terus naik sampai 2–3 sentimeter. Sudah tiga hari rumah kami terendam,” kata Martini.
Kondisi banjir membuat warga kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari. Akses menuju permukiman terputus dan hanya dapat dilalui menggunakan perahu. Hal tersebut menyulitkan warga untuk mendapatkan kebutuhan pokok, termasuk makanan dan air bersih.
Selain itu, warga juga mengeluhkan masalah kesehatan. Banyak warga mengalami gatal-gatal dan iritasi kulit akibat kaki yang terlalu lama terendam air. Martini berharap pemerintah dan pihak terkait dapat menambah bantuan kesehatan, khususnya obat-obatan.
“Kami butuh obat-obatan karena banyak yang gatal-gatal. Makanan dan air minum juga sangat dibutuhkan,” ujarnya.
Berdasarkan data sementara, banjir di Desa Labansari berdampak pada sekitar 1.900 KK, sedangkan di Desa Bojongsari hampir 1.000 KK terdampak. Hingga kini, sebagian warga masih bertahan di rumah sambil menunggu bantuan dan berharap air segera surut.






