LENTERAINFO.ONLINE – Ketua Umum Gerakan Ingat Selamat Layar Indonesia (GISLI), Irjen Pol. (Purn.) Drs. H. Mudji Waluyo, S.H., M.M., menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan kesadaran dan keselamatan pelayaran di Indonesia.
Pesan tersebut disampaikan di hadapan 319 wisudawan Universitas Tulungagung, Sabtu (17/10/2026), di Crown Victoria Hotel, Tulungagung.
Mudji membagikan refleksi perjalanan pengabdiannya selama empat dekade di Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), sekaligus menekankan pentingnya perlindungan terhadap kehidupan manusia.
Alumnus Akademi Kepolisian angkatan 1978 tersebut pernah menduduki sejumlah jabatan strategis, di antaranya Kapolda Maluku, Kepala Divisi Pembinaan Hukum Mabes Polri, serta Kapolda Sulawesi Selatan dan Barat.
Pengalamannya bertugas di wilayah kepulauan, khususnya Maluku, memperkuat pandangannya mengenai pentingnya keselamatan laut bagi masyarakat yang bergantung pada transportasi perairan.
Melalui GISLI, Mudji mendorong keterlibatan pemerintah, dunia usaha, komunitas, masyarakat pesisir, dan media dalam membangun budaya keselamatan pelayaran.
<–nextpage–>
Menurutnya, keselamatan tidak hanya menjadi tanggung jawab operator kapal, tetapi merupakan kepentingan bersama yang membutuhkan kesadaran dan komitmen seluruh pihak.
“Empat puluh tahun yang lalu saya masuk ke institusi kepolisian dengan keyakinan bahwa tugas seorang polisi adalah menangkap orang jahat. Kini saya yakin: tugas seorang polisi adalah menjaga agar orang tetap hidup,” ujar Mudji.
Ia juga menegaskan bahwa pengabdian tidak berakhir ketika seseorang memasuki masa purnabakti. Pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki tetap dapat dimanfaatkan untuk memberikan kontribusi bagi masyarakat.
“Ingat selamat. Pulanglah dengan selamat. Karena di setiap rumah di tepi pantai, selalu ada seseorang yang sedang menunggu,” tuturnya.
Melalui GISLI, Mudji berharap kesadaran keselamatan pelayaran semakin kuat sehingga perjalanan laut tidak hanya mendukung konektivitas dan perekonomian, tetapi juga memberikan perlindungan maksimal terhadap keselamatan jiwa manusia.*






