LENTERAINFO.ONLINE – Universitas Tulungagung (UNITA) menggelar Wisuda Program Sarjana (S-1) ke-35 Tahun Akademik 2025/2026 di Crown Victoria Hotel, Tulungagung, Sabtu (17/10/2026). Sebanyak 319 wisudawan dan wisudawati mengikuti prosesi tersebut.
Dalam rangkaian acara, Irjen Pol (Purn.) Drs. H. Mudji Waluyo, S.H., M.M., Ketua Umum Gerakan Ingat Selamat Layar Indonesia (GISLI), menyampaikan orasi ilmiah mengenai keselamatan pelayaran, kolaborasi lintas sektor, dan penguatan peran perempuan pesisir.
Mengangkat tema “Berlayar dengan Aman, Menjaga Masa Depan Maritim”, Mudji menegaskan bahwa keselamatan di laut bukan sekadar persoalan teknis pelayaran, melainkan tanggung jawab bersama yang berkaitan langsung dengan perlindungan jiwa, ketahanan keluarga nelayan, dan keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir.
Menurutnya, membangun budaya keselamatan maritim membutuhkan sinergi pemerintah, aparat penegak hukum, pelaku usaha, komunitas nelayan, perguruan tinggi, dan masyarakat. Edukasi, kepatuhan terhadap aturan, kesiapan menghadapi risiko, serta komunikasi yang efektif menjadi bagian penting dalam mencegah kecelakaan di laut.
Ia juga menekankan bahwa penegakan hukum perlu berjalan beriringan dengan pendekatan persuasif melalui edukasi dan pembinaan masyarakat. Dengan demikian, kesadaran keselamatan tidak hanya tumbuh karena kewajiban menaati aturan, tetapi juga karena pemahaman akan pentingnya melindungi nyawa manusia.
Selain keselamatan pelayaran, Mudji menyoroti peran strategis perempuan pesisir, khususnya istri nelayan, dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga.
Di tengah ketidakpastian pendapatan akibat cuaca dan kondisi laut, perempuan memiliki peran penting dalam pengelolaan keuangan rumah tangga, pengolahan hasil perikanan, serta pengembangan usaha keluarga.
Karena itu, pemberdayaan perempuan pesisir perlu diperkuat melalui peningkatan keterampilan, akses permodalan, pendidikan, dan pengembangan usaha produktif.
Persoalan keselamatan nelayan, menurut perspektif yang diangkat dalam orasi tersebut, tidak dapat dipisahkan dari kesejahteraan keluarga. Perlindungan terhadap mereka yang bekerja di laut perlu berjalan seiring dengan penguatan ekonomi keluarga yang bergantung pada hasil tangkapan.
Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Perlu Terlibat
Momentum wisuda ini juga menjadi pengingat akan pentingnya peran perguruan tinggi dalam menjawab persoalan nyata di masyarakat. Pengetahuan akademik diharapkan tidak berhenti di ruang kuliah, tetapi diwujudkan melalui penelitian, edukasi, dan pengabdian yang memberikan manfaat langsung.
Sebanyak 319 lulusan UNITA diharapkan mampu mengembangkan kompetensi dan kepedulian sosial untuk berkontribusi dalam pembangunan, termasuk dalam penguatan masyarakat pesisir dan keselamatan maritim.
Kegiatan ini turut mendapat dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) WORCAS, yang berkontribusi dalam mendukung kegiatan pendidikan dan penguatan kesadaran sosial.
Melalui orasi ilmiah tersebut, keselamatan pelayaran ditempatkan sebagai agenda bersama yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Kolaborasi lintas sektor, pemberdayaan perempuan pesisir, dan kontribusi dunia pendidikan serta dunia usaha menjadi elemen penting dalam mewujudkan masyarakat maritim yang lebih aman dan sejahtera.*






