LENTERAINFO.ONLINE |Bekasi — Munculnya informasi dan narasi terkait dugaan adanya pengkondisian dalam proses pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Desa Cikarang Kota, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, menjadi perhatian masyarakat. Isu tersebut mencuat setelah beredarnya poster berisi kritik sosial yang menyoroti dugaan adanya upaya penggiringan dukungan terhadap salah satu calon dalam proses demokrasi desa.
Dalam narasi yang beredar di tengah masyarakat, disebutkan adanya dugaan keterlibatan sejumlah unsur lingkungan, mulai dari RT, RW, kader PKK hingga Posyandu yang disebut diarahkan untuk mendukung calon tertentu. Dugaan tersebut memicu kekhawatiran warga terkait netralitas dan independensi proses pemilihan BPD yang seharusnya berjalan demokratis dan bebas dari kepentingan kelompok tertentu.
Sejumlah warga berharap proses pemilihan anggota BPD dapat berlangsung secara transparan, jujur, adil, serta bebas dari intervensi pihak mana pun. Mereka menilai BPD sebagai lembaga representasi masyarakat desa harus lahir dari pilihan murni warga berdasarkan hati nurani, bukan karena tekanan maupun pengondisian.
“Pemilihan BPD seharusnya menjadi ruang demokrasi masyarakat desa, tempat warga menentukan wakilnya secara bebas sesuai hati nurani,” ujar salah satu tokoh masyarakat yang meminta agar proses demokrasi dijaga bersama.
Masyarakat juga meminta panitia pelaksana, pemerintah desa, serta seluruh unsur terkait tetap menjaga netralitas demi menciptakan suasana demokrasi yang sehat, aman, dan kondusif. Warga menilai seluruh tahapan pemilihan perlu diawasi secara terbuka agar tidak menimbulkan polemik maupun potensi konflik sosial di tengah masyarakat.
Selain itu, warga mengimbau apabila terdapat dugaan pelanggaran atau keberatan dalam proses pemilihan, penyelesaiannya dilakukan melalui mekanisme penyampaian aspirasi, klarifikasi, maupun prosedur sesuai ketentuan yang berlaku agar situasi tetap tertib dan damai.
Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak panitia pemilihan maupun pemerintah Desa Cikarang Kota terkait isu dugaan pengondisian tersebut.
Terlepas dari berbagai isu yang berkembang, masyarakat berharap proses pemilihan BPD di Desa Cikarang Kota tetap mengedepankan asas demokrasi, keterbukaan, serta menjunjung tinggi hak masyarakat dalam menentukan pilihannya tanpa tekanan.
“Demokrasi desa harus dijaga, karena pilihan masyarakat hari ini menentukan arah masa depan desa ke depan.”






