LENTERAINFO.ONLINE | Bekasi – Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan pohon berusia puluhan tahun tumbang dan melintang di Jalan Raya Pebayuran, tepatnya di ruas Pulopipisan–Pisangan, Desa Karangpatri, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Selasa (03/03/2026).
Pohon berukuran besar tersebut roboh setelah tidak mampu menahan terpaan angin kencang. Insiden itu sempat menghambat arus lalu lintas dan membuat akses jalan ditutup sementara demi keselamatan pengguna jalan.
Personel Polsek Pebayuran yang dipimpin langsung Kanit Intel Aiptu Abdurrahman bersama unsur TNI dari Koramil 11 Pebayuran yang diwakili Sertu Amar, serta dibantu warga setempat, bergerak cepat melakukan evakuasi dan penebangan batang pohon yang melintang di badan jalan.
Proses pembersihan dilakukan secara manual menggunakan peralatan pemotong kayu. Setelah beberapa jam, material pohon berhasil disingkirkan dan arus lalu lintas kembali dibuka secara bertahap.
Kanit Intel Polsek Pebayuran, Aiptu Abdurrahman, mengatakan bahwa pihaknya segera turun ke lokasi setelah menerima laporan warga.
“Kami langsung melakukan pengamanan lokasi dan berkoordinasi dengan TNI serta masyarakat untuk mempercepat proses evakuasi. Prioritas kami adalah keselamatan pengguna jalan agar tidak terjadi kecelakaan,” ujarnya di lokasi kejadian.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Sementara itu, Babinsa Koramil 11 Pebayuran, Sertu Amar, menegaskan pentingnya langkah antisipatif dari pemerintah daerah terhadap pohon-pohon tua yang berpotensi membahayakan.
“Kami berharap pemerintah dapat melakukan pendataan dan penebangan terhadap pohon-pohon yang sudah berusia puluhan tahun dan rawan tumbang, khususnya di sepanjang jalur utama Pebayuran,” tegasnya.
Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi pemerintah daerah agar melakukan pemangkasan dan peremajaan pohon secara berkala, terutama di titik-titik rawan angin kencang.
Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan apabila menemukan pohon miring, lapuk, atau berpotensi tumbang kepada aparat setempat guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material dan gangguan aktivitas warga sempat terjadi akibat penutupan jalan sementara.






