30 Pengurus Karang Taruna Cikarang Selatan Digembleng di Pusdikif, H. Omin Susanto Cetak Pemuda Disiplin dan Berjiwa Pemimpin


 

LENTERAINFO.ONLINE|Kabupaten Bekasi — Bukan sekadar berkegiatan, Karang Taruna Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, mulai menanamkan standar baru dalam membangun kualitas kepemudaan. Sebanyak 30 pengurus Karang Taruna digembleng dalam Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kedisiplinan dan Kepemimpinan di Pusat Pendidikan Infanteri (Pusdikif), Cimahi, Jawa Barat, 25–27 September 2026.

Langkah tersebut menjadi terobosan tersendiri di tengah tuntutan agar organisasi kepemudaan tidak hanya aktif dalam kegiatan sosial, tetapi juga memiliki karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, loyalitas, serta kemampuan bekerja secara solid di tengah masyarakat.

Di bawah kepemimpinan Ketua Karang Taruna Kecamatan Cikarang Selatan, H. Omin Susanto, sebanyak 30 peserta mengikuti pembinaan intensif selama tiga hari dengan instruktur dari unsur TNI.

Mereka tidak hanya menerima materi di ruang pelatihan. Para peserta ditempa melalui berbagai kegiatan yang menitikberatkan pada Peraturan Baris-Berbaris (PBB), pembinaan mental, wawasan kebangsaan, bela negara, kepemimpinan, kedisiplinan, serta kekompakan tim.

Diklat tersebut menjadi momentum untuk membangun kesadaran bahwa Karang Taruna memiliki tanggung jawab sosial yang lebih besar. Pengurus dituntut mampu hadir ketika masyarakat membutuhkan, bergerak ketika persoalan sosial muncul, dan menjadi bagian dari solusi bersama pemerintah daerah.

Suasana pelatihan berlangsung penuh disiplin dan semangat. Namun di balik ketegasan proses pembinaan, nilai kebersamaan dan kekeluargaan tetap menjadi bagian penting dalam membangun soliditas antarpengurus.

Langkah progresif tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bekasi, Dr. Alamsyah. Menurutnya, pembinaan karakter melalui Diklat di Pusdikif merupakan investasi penting bagi masa depan organisasi kepemudaan.

“Saya sangat mengapresiasi terobosan dari pengurus Karang Taruna Kecamatan Cikarang Selatan di bawah kepemimpinan H. Omin Susanto. Ini luar biasa. Diklat di Pusdikif bukan sekadar pelatihan, tetapi investasi mental dan karakter,” tegas Dr. Alamsyah.

Ia menilai organisasi Karang Taruna membutuhkan kader-kader muda yang tidak hanya memiliki kemampuan berorganisasi, tetapi juga mempunyai kedisiplinan dan ketangguhan dalam menjalankan pengabdian sosial.

“Karang Taruna harus memiliki jiwa disiplin, tangguh dan berwawasan kebangsaan. Ini menjadi contoh yang dapat ditiru oleh Karang Taruna kecamatan lainnya di Kabupaten Bekasi,” ujarnya.

H. Omin: Karang Taruna Harus Hadir dengan Kerja Nyata

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kecamatan Cikarang Selatan, H. Omin Susanto, menegaskan bahwa Diklat tersebut merupakan bagian dari upaya membangun wajah baru organisasi yang lebih profesional dan memiliki kapasitas dalam menjalankan fungsi sosial.

Menurutnya, pemuda tidak cukup hanya menjadi penonton dalam dinamika pembangunan. Karang Taruna harus mampu menjadi kekuatan sosial yang bergerak bersama masyarakat dan pemerintah dalam menangani berbagai persoalan sosial.

“Kami ingin Karang Taruna Cikarang Selatan menjadi motor penggerak pemuda yang siap membantu Dinsos dan Pemerintah Daerah dalam penanganan masalah sosial. Kami membutuhkan pemuda yang tidak hanya pintar berbicara, tetapi disiplin dalam bertindak,” tegas H. Omin Susanto.

Ia menambahkan, kedisiplinan dan kepemimpinan menjadi modal penting bagi pengurus dalam menjalankan tugas organisasi.

“Kami ingin seluruh pengurus memiliki mental yang kuat, mampu bekerja dalam tim, memiliki rasa tanggung jawab, dan yang paling penting mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

H. Omin juga menyampaikan terima kasih atas perhatian dan apresiasi Pemerintah Kabupaten Bekasi, khususnya Dinas Sosial, terhadap langkah pembinaan yang dilakukan Karang Taruna Cikarang Selatan.

Bukan Sekadar Diklat, Tapi Menyiapkan Kader Penggerak Sosial

Diklat di Pusdikif Cimahi diharapkan menjadi titik awal bagi pengurus Karang Taruna Cikarang Selatan untuk membawa semangat kedisiplinan dan kepemimpinan tersebut ke tengah masyarakat.

Sebab, tantangan organisasi kepemudaan bukan hanya bagaimana membuat kegiatan terlihat aktif, melainkan bagaimana memastikan setiap kader memiliki integritas, kemampuan bekerja sama, kepedulian sosial, dan keberanian mengambil peran ketika masyarakat menghadapi persoalan.

Dengan bekal pembinaan tersebut, Karang Taruna Kecamatan Cikarang Selatan diharapkan semakin solid dan profesional dalam menjalankan tugas sosialnya.

Diklat tiga hari boleh berakhir, tetapi disiplin dan semangat pengabdian justru harus dimulai setelah para peserta kembali ke tengah masyarakat.

Karang Taruna bukan sekadar nama organisasi. Karang Taruna harus hadir dengan kerja nyata, bergerak bersama masyarakat, dan menjadi bagian dari kekuatan sosial yang membangun Kabupaten Bekasi.

Aditya Karya Mahatva Yodha (*)

Penulis: Jahari Editor: Subur Djhon