LENTERAINFO.ONLINE|Kabupaten Bekasi— Musibah menimpa Andi, warga RT 03/RW 01, Desa Karanghaur, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi. Rumah yang ditempatinya mengalami kerusakan parah hingga roboh dan tidak lagi aman untuk dijadikan tempat tinggal.
Kondisi tersebut mendapat perhatian serius dari Ketua DPD AKPERSI Jawa Barat, Ahmad Syarifudin, C.BJ., C.EJ., C.ILJ., yang bersama aparatur Kecamatan Pebayuran dan petugas Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) turun langsung meninjau lokasi.
Kehadiran Ahmad Syarifudin bukan sekadar melihat kondisi bangunan, tetapi juga memastikan keadaan keluarga terdampak serta menggali kebutuhan yang paling mendesak pascamusibah.
Di lokasi, Ahmad Syarifudin bersama aparatur kecamatan dan TKSK memeriksa kondisi rumah yang mengalami kerusakan hingga roboh. Informasi mengenai kronologi kejadian juga dihimpun dari Andi selaku pemilik rumah serta warga sekitar yang mengetahui kondisi tersebut.
Rumah yang sudah mengalami kerusakan membuat sebagian bangunan tidak dapat digunakan secara aman. Situasi itu menjadi persoalan serius bagi keluarga Andi, terutama karena menyangkut keselamatan penghuni dan kebutuhan dasar berupa tempat tinggal yang layak.
Warga sekitar turut memberikan perhatian kepada keluarga Andi. Sementara itu, aparatur kecamatan bersama TKSK melakukan pendataan terhadap kondisi rumah dan keluarga terdampak sebagai bahan koordinasi untuk menentukan langkah penanganan maupun bantuan yang dibutuhkan.
Ahmad Syarifudin mengaku prihatin setelah melihat langsung kondisi rumah tersebut. Ia menilai musibah yang dialami warga tidak boleh berhenti pada pendataan, tetapi harus ditindaklanjuti dengan langkah nyata dari berbagai pihak.
“Kami sangat prihatin melihat kondisi rumah warga yang roboh. Mudah-mudahan ada perhatian dan langkah bersama dari berbagai pihak agar keluarga Pak Andi bisa segera mendapatkan bantuan dan tempat tinggal yang lebih layak,” ujar Ahmad Syarifudin.
Menurutnya, keselamatan keluarga harus menjadi prioritas. Kondisi rumah yang sudah tidak layak ditempati membutuhkan respons cepat dan koordinasi yang baik agar warga terdampak tidak berlarut-larut menghadapi kesulitan.
Ia pun mendorong pemerintah desa, kecamatan, petugas sosial, serta pihak terkait lainnya untuk bersama-sama mencari solusi sesuai kewenangan masing-masing.
“Ini bukan hanya persoalan bangunan yang rusak. Ada keluarga yang membutuhkan tempat tinggal yang aman. Karena itu, kita berharap persoalan ini segera mendapat perhatian dan penanganan,” tegasnya.
Sementara itu, aparatur Kecamatan Pebayuran bersama TKSK terus melakukan pendataan dan pemantauan terhadap kondisi keluarga Andi. Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi dasar untuk menentukan bantuan dan penanganan yang tepat sesuai kebutuhan di lapangan.
Musibah yang dialami Andi menjadi perhatian bersama. Warga berharap kepedulian yang telah ditunjukkan berbagai pihak dapat berlanjut pada bantuan konkret, sehingga keluarga tersebut dapat kembali memiliki tempat tinggal yang aman, layak, dan manusiawi.
