LENTERAINFO.ONLINE | Karawang bersiap menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak secara digital untuk pertama kalinya pada tahun 2025. Melalui sistem e-voting, masyarakat akan memilih pemimpin desanya dengan teknologi elektronik yang diharapkan mampu meningkatkan transparansi dan efisiensi proses pemilihan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Barat, Mochamad Ade Afriandi, menyatakan dukungannya terhadap langkah inovatif ini. Menurutnya, penerapan sistem digital menjadi terobosan penting dalam upaya meningkatkan partisipasi serta keadilan dalam pesta demokrasi tingkat desa.
“Kami ingin masyarakat merasakan kemudahan dan keadilan dalam memilih pemimpin desanya,” ujar Mochamad Ade Afriandi melalui keterangan resmi yang diunggah di akun Instagram @dpmdesajabar.
Ia juga mengimbau seluruh masyarakat Karawang untuk memastikan diri telah terdaftar sebagai pemilih dan menggunakan hak suaranya pada hari pemungutan suara nanti.
“Partisipasi masyarakat sangat penting dalam menentukan arah pembangunan desa ke depan. Mari sukseskan Pilkades Serentak 2025 dengan datang ke TPS dan memilih secara cerdas,” tambahnya.
9 Desa Ikut Pilkades Digital :
Berdasarkan data yang dirilis oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Karawang, Pilkades serentak tahun ini akan dilaksanakan pada 28 Desember 2025. Sebanyak 9 desa dijadwalkan mengikuti pesta demokrasi tingkat desa tersebut.
Tahapan Pilkades Serentak Kabupaten Karawang 2025 :
Berikut jadwal resmi tahapan pelaksanaan Pilkades Serentak Kabupaten Karawang tahun 2025:
- 2 – 10 November 2025: Pendaftaran Calon Kepala Desa.
- 21 November 2025: Penetapan Daftar Pemilih Sementara (DPS).
- 2 – 31 November 2025: Usulan perbaikan dan pengumuman DPS.
- 1 – 12 Desember 2025: Penerimaan Pemilih Tambahan.
- 16 Desember 2025: Penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT).
- 17 – 19 Desember 2025: Masa Kampanye.
- 28 Desember 2025: Pemungutan dan Penghitungan Suara.
Dengan penerapan sistem digital ini, Pemerintah Kabupaten Karawang berharap proses Pilkades menjadi lebih cepat, akurat, dan transparan, sekaligus menjadi contoh bagi daerah lain di Jawa Barat dalam menerapkan transformasi digital pada tingkat pemerintahan desa.
