Guru SD Asal Cikarang Meninggal Dunia, Usai Menjadi Korban Kecelakaan KRL Dan KA Argo Bromo Anggrek Di Stasiun Bekasi Timur

LENTERAINFO.ONLINE | Bekasi — Seorang guru Sekolah Dasar (SD) bernama Nurlaela (39) meninggal dunia dalam peristiwa kecelakaan yang terjadi di sekitar Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/04). Peristiwa tersebut sontak mengundang duka mendalam bagi keluarga, rekan kerja, dan warga sekitar.

Korban yang diketahui merupakan warga Kampung Ceger RT 002/001, Desa Tanjung Baru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi itu ditemukan telah meninggal dunia setelah diduga mengalami kecelakaan melibatkan rangkaian kereta api di kawasan stasiun tersebut. Jenazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke RS Polri Kramat Jati sebelum akhirnya dipulangkan ke rumah duka pada Selasa dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.

Menurut keterangan keluarga, khususnya paman korban bernama Mulyadi, pihak keluarga sempat panik lantaran korban tidak bisa dihubungi sejak malam hari dan tidak kunjung pulang seperti biasanya.

“Biasanya setelah magrib sudah sampai rumah, tapi malam itu tidak ada kabar. Telepon tidak diangkat. Kami sempat mencari dan mendapat informasi ada kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur,” ujar Mulyadi di rumah duka.

Keluarga kemudian melakukan penelusuran ke lokasi kejadian sekitar pukul 01.00 WIB dini hari, sebelum akhirnya mengetahui bahwa korban telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Pihak keluarga menyebutkan bahwa kondisi jenazah masih dalam keadaan utuh, meski terdapat luka dan patah pada bagian kaki akibat insiden tersebut.

Dalam kesehariannya, Nurlaela dikenal sebagai sosok pendiam, baik, dan pekerja keras. Ia merupakan seorang guru PNS di SD Negeri Pejagan 11 Pulogebang, Jakarta Timur. Almarhumah juga diketahui baru menyelesaikan pendidikan magister di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) sekitar tiga bulan lalu.

Setiap harinya, korban rutin menggunakan transportasi KRL untuk perjalanan dari rumah menuju tempat kerja maupun sebaliknya.

Kepergian Nurlaela meninggalkan duka mendalam, terutama bagi anaknya yang masih duduk di bangku kelas 6 SD serta sang suami. Suasana rumah duka dipenuhi tangis haru dari keluarga, kerabat, dan tetangga yang datang memberikan penghormatan terakhir.

Jenazah kemudian dimakamkan di pemakaman keluarga di Kampung Ceger RT 02/007, Desa Tanjung Baru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, dalam suasana penuh duka yang menyelimuti prosesi pemakaman.

Penulis: Adam SaputraEditor: Redaksi