LENTERAINFO.ONLINE|Jakarta — Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) menyampaikan pesan kebangsaan dan seruan moral kepada seluruh anggotanya di berbagai daerah di Indonesia. Momentum Ramadhan dinilai bukan hanya sebagai kewajiban ibadah umat Islam, tetapi juga sebagai ruang pembinaan karakter dan penguatan integritas bagi insan pers.
Ketua Umum AKPERSI, Rino Triyono, dalam pernyataan resminya menegaskan bahwa Ramadhan merupakan fase spiritual yang memiliki makna mendalam bagi profesi jurnalistik. Menurutnya, nilai-nilai puasa seperti kejujuran, kesabaran, disiplin, dan pengendalian diri harus tercermin dalam praktik pemberitaan sehari-hari.
“Atas nama pribadi dan seluruh jajaran pimpinan AKPERSI, kami mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1447 Hijriah. Semoga bulan yang penuh rahmat, ampunan, dan keberkahan ini menjadi sarana penyucian hati, penguatan iman, serta peneguhan komitmen kita sebagai insan pers yang jujur, profesional, dan bermartabat,” ujarnya.
Ia menambahkan, insan pers memegang peran strategis dalam menjaga ruang publik yang sehat. Di tengah derasnya arus informasi dan tantangan disrupsi digital, Ramadhan diharapkan menjadi momentum refleksi untuk memperkuat tanggung jawab moral serta menjauhkan diri dari praktik-praktik jurnalistik yang menyimpang dari kode etik.
Lebih lanjut, Ketua Umum mengajak seluruh anggota AKPERSI untuk menjadikan Ramadhan sebagai ruang muhasabah kolektif, mempererat ukhuwah antar anggota, serta meningkatkan kepedulian sosial terhadap kondisi masyarakat.
“Insan pers tidak hanya dituntut cepat dalam menyampaikan informasi, tetapi juga harus akurat, berimbang, dan berorientasi pada kemaslahatan publik. Ramadhan mengajarkan kita untuk lebih berhati-hati dalam setiap ucapan dan tindakan, termasuk dalam setiap karya jurnalistik,” tegasnya.
Senada dengan itu, Sekretaris Jenderal AKPERSI menyampaikan bahwa puasa merupakan “madrasah moral” yang melatih integritas pribadi. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, harus menjadi fondasi dalam menjaga etika jurnalistik dan independensi pers.
“Ramadhan adalah madrasah kejujuran dan pengendalian diri. Nilai ini harus tercermin dalam setiap karya jurnalistik anggota AKPERSI melalui pemberitaan yang berimbang, bertanggung jawab, dan berpihak pada kebenaran,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya menghadirkan informasi yang mencerahkan dan menyejukkan di tengah situasi sosial yang seringkali dipenuhi polarisasi dan provokasi. Pers, lanjutnya, harus menjadi penyeimbang dan penguat harmoni sosial.
Pimpinan AKPERSI berharap seluruh anggota diberikan kesehatan, kekuatan lahir dan batin, serta kelancaran dalam menjalankan ibadah puasa sekaligus menjalankan tugas jurnalistik secara profesional selama bulan suci ini.
Sebagai penutup, DPP AKPERSI memanjatkan doa agar Ramadhan 1447 Hijriah menjadi momentum lahirnya insan pers yang lebih beriman, berilmu, dan berkontribusi nyata bagi bangsa dan negara.
“Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah kita, mengampuni dosa-dosa kita, melimpahkan keberkahan, serta menjadikan Ramadhan tahun ini sebagai jalan menuju insan pers yang lebih berintegritas dan bermartabat,” tutup pernyataan tersebut.
DPP AKPERSI
