APBD Kecamatan Kedungwaringin Rp6,5 Miliar Disorot, Publik Pertanyakan Transparansi Penyerapan Anggaran

LENTERAINFO.ONLINE|Kabupaten Bekasi — Pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2024 di Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, tengah menjadi sorotan publik. Anggaran senilai Rp6,5 miliar yang dilaporkan terserap 100 persen memunculkan dugaan adanya markup dan penyimpangan dalam pelaksanaannya.

Berdasarkan data yang dihimpun, seluruh anggaran tersebut diklaim telah direalisasikan. Namun, minimnya keterbukaan informasi terkait rincian penggunaan dana menimbulkan pertanyaan serius, khususnya terkait kesesuaian antara laporan administrasi dan kondisi riil di lapangan.

Menindaklanjuti isu tersebut, tim media mencoba melakukan konfirmasi kepada Pemerintah Kecamatan Kedungwaringin. Melalui sambungan telepon, Kepala Sub Bagian (Kasubag) Kepegawaian dan Keuangan kecamatan memberikan penjelasan awal terkait penggunaan anggaran.

Menurutnya, porsi terbesar dari APBD Kecamatan Kedungwaringin dialokasikan untuk belanja pegawai, dengan nilai mencapai sekitar Rp3,5 miliar.

“Alokasi yang paling besar memang digunakan untuk belanja pegawai, nominalnya sekitar Rp3,5 miliar. Untuk rincian lainnya, nanti akan kami jelaskan secara detail pada hari Jumat,” ujar Kasubag kepada awak media, Selasa (27/01/2026).

Meski demikian, pernyataan tersebut justru memunculkan pertanyaan lanjutan. Publik kini mempertanyakan sisa anggaran sekitar Rp3 miliar yang juga dilaporkan telah terserap, namun hingga kini belum dipaparkan secara terbuka item kegiatan maupun peruntukannya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kecamatan Kedungwaringin belum memberikan penjelasan rinci terkait kegiatan apa saja yang menyerap sisa anggaran tersebut. Kondisi ini dinilai berpotensi mencederai prinsip transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara, khususnya di tingkat kecamatan.

Janji pihak Kasubag untuk menyampaikan klarifikasi lanjutan pada hari Jumat mendatang kini menjadi sorotan dan dinanti publik. Penjelasan tersebut diharapkan mampu menjawab keraguan masyarakat sekaligus membuka secara terang penggunaan uang negara di wilayah Kecamatan Kedungwaringin.

Media akan terus melakukan penelusuran dan memantau perkembangan kasus ini demi kepentingan publik.

Penulis: Hsm/Link Editor: Subur Djhon
Exit mobile version