Update Siang Terkini: 79 Korban Dirawat, 7 Tewas dalam Insiden KA Argo Bromo Anggrek vs KRL

LENTERAINFO.ONLINE | Kota Bekasi — Kecelakaan maut terjadi antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Selasa dini hari (28/04/2026). Hingga pembaruan terakhir, sebanyak tujuh orang dilaporkan meninggal dunia, sementara tiga korban lainnya masih terjebak di dalam gerbong dan dalam proses evakuasi.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Bobby Rasyidin, menyatakan jumlah korban masih berpotensi bertambah. “Proses evakuasi masih berlangsung, dan kami terus melakukan pendataan secara intensif,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Selain korban jiwa, sebanyak 79 orang dilaporkan telah menjalani perawatan dan observasi di sembilan rumah sakit di wilayah Bekasi. Sebagian korban mengalami luka berat, sementara lainnya telah diperbolehkan pulang setelah mendapat penanganan medis.

Insiden bermula ketika KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari Stasiun Gambir menuju Jawa Timur menghantam bagian belakang KRL yang tengah tertahan di peron Stasiun Bekasi Timur. Benturan keras tak terhindarkan, dengan gerbong khusus wanita di bagian belakang KRL menjadi titik kerusakan paling parah, yang turut menyumbang tingginya jumlah korban.

Tim gabungan dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Tentara Nasional Indonesia, dan Kepolisian Negara Republik Indonesia terus melakukan evakuasi secara intensif. Proses penyelamatan dilakukan dengan menggunakan alat berat serta pemotongan badan kereta untuk menjangkau korban yang masih terjebak di dalam gerbong.

Akibat kecelakaan ini, operasional perjalanan kereta api dari Jakarta menuju arah timur sempat dihentikan total. Saat ini, proses normalisasi jalur sedang dilakukan secara bertahap untuk memulihkan layanan transportasi.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan hanya mengandalkan informasi resmi terkait perkembangan insiden ini. Investigasi lebih lanjut juga tengah dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan tersebut.